PERANG Saudara merujuk pada perseteruan antara dua pihak yang bukan merupakan kubu berlawanan, melainkan sekutu atau saudara. Perang ini terjadi karena banyak faktor, mulai dari perebutan kekuasaan hingga perbedaan ideologi yang akhirnya menciptakan bentrok.
Kebanyakan perang saudara terjadi dalam sebuah entitas politik. Namun peristiwa perang saudara sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu ketika Nusantara masih berbentuk kerajaan.
Berikut adalah kisah perang saudara yang pernah terjadi di kerajaan-kerajaan Indonesia.
1. Perang Paregreg
Peristiwa Perang Paregreg menimbulkan kehancuran pada masa kejayaan Majapahit. Perang ini terjadi sekitar 1404 – 1406 M dan melibatkan menantu dan putra Raja Hayam Wuruk, yakni Wikramawardhana dan Bhre Wirabhumi.
Dijelaskan dalam kitab Negarakertagama, semua bermula dari wafatnya Hayam Wuruk pada 1389. Karena Hayam Wuruk hanya memiliki seorang putri, maka takhta tersebut diwariskan kepada Wikramawardhana, suami putri mahkota Kusumawardhani. Namun, berpindahnya takhta kepada Wikramawardhana mendapat protes dari Bhre Wirabhumi, yang merupakan putra Hayam Wuruk dari istri selir.
Pada masa itu, Majapahit dibagi menjadi dua keraton di dua wilayah. Wikramawardhana memimpin keraton barat, sedangkan Bhre Wirabhumi memimpin keraton timur. Tidak suka dengan fakta bahwa Wikramawardhana yang menggantikan posisi Hayam Wuruk, Bhre Wirabumi melayangkan pemberontakan.
Paragreg diartikan sebagai berjalan setahap demi setahap dalam bahasa Jawa kuno. Karena peristiwa perang saudara tersebut memang berlangsung selama bertahun-tahun, dan kemenangan juga terus berpindah tangan silih berganti. Terkadang dimenangkan keraton barat, kadang pula oleh keraton timur. Puncaknya, Wikramawardhana berhasil memenangkan perang terakhir.