Share

Putin Perintahkan Pasukan Nuklir Strategis Siaga

Agregasi BBC Indonesia, · Senin 28 Februari 2022 06:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 28 18 2554010 putin-perintahkan-pasukan-nuklir-strategis-siaga-NKbJMzxTqb.jpg Vladimir Putin (Foto: Getty Images)

RUSIA - Presiden Vladimir Putin memerintahkan para komandan militer agar pasukan nuklir strategis Rusia bersiap siaga.

Perintah yang dikeluarkan Putin adalah agar pasukan ini dalam keadaan siaga khusus.

Dalam pertemuan dengan para pejabat militer senior di Kremlin, Putin mengatakan bahwa negara-negara Barat telah mengambil tindakan-tindakan yang tidak bersahabat terhadap Rusia, termasuk dengan menerapkan sejumlah sanksi ekonomi ilegal.

Putin mengatakan, pasukan nuklir diminta dalam status siaga tertinggi karena para pejabat tinggi NATO membiarkan pernyataan-pernyataan yang agresif terhadap Rusia, demikian dilansir dari BBC Indonesia.

Duta besar Amerika Serikat untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, mengatakan perintah Putin menunjukkan Putin "meningkatkan eskalasi melalui tindakan-tindakan yang tidak bisa diterima".

Baca juga: Vladimir Putin dan Cara Berjalannya, Gunslinger's Gait

Wartawan keamanan BBC, Gordon Corera, mengatakan perintah Putin tersebut banyak diterjemahkan sebagai sinyal ancaman penggunaan senjata nuklir jika Barat menghalangi Putin.

Menaikkan status menjadi siaga membuat kemungkinan peluncuran senjata nuklir menjadi lebih cepat. Tetapi bukan berarti Rusia ada saat ini berniat untuk menggunakan senjata nuklir.

Baca juga: Video Suara Sirine Perang Rusia Ukraina Mengguncang Langit Kota Kiev

Rusia memiliki cadangan senjata nuklir terbesar di dunia, tapi juga paham bahwa NATO mempunyai cadangan senjata yang cukup untuk menghancurkan Rusia.

Yang diinginkan Putin besar kemungkinan adalah mencegah NATO mendukung Ukraina dengan menimbulkan ketakutan dan menciptakan ambiguitas.

Pertempuran di Kharkiv

Perkembangan ini terjadi setelah sejumlah laporan menyebut terjadi pertempuran di jalan-jalan kota Kharkiv, menyusul tindakan pasukan Rusia memasuki kota itu, kata seorang pejabat setempat, Minggu (27/02) pagi waktu setempat.

Pasukan Rusia juga dilaporkan telah menguasai Nova Kakhova di wilayah selatan.

Dalam perkembangan lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan delegasi Ukraina akan bertemu delegasi Rusia, tanpa syarat awal, di perbatasan Belarus, di dekat Sungai Pripyat.

Pernyataan ini disampaikan usai pembicaraan dengan Presiden Belarus, Alexander Lukashenko.

"Alexander Lukashenko sudah berjanji untuk memastikan semua pesawat, helikopter, dan rudal yang ditempatkan di Belarus tidak dioperasikan saat delegasi Ukraina melakukan perjalanan, menghadiri pembicaraan, dan saat kembali [ke Ukraina]," kata Zelensky.

Baca juga: Putin Umumkan Operasi Khusus Militer Rusia di Ukraina Timur

Sebelumnya ia menyatakan tidak akan ada pembicaraan dengan delegasi Rusia di Belarus karena sebagian invasi Rusia ke Ukraina dilancarkan dari Belarus.

Seperti yang kami laporkan pada 09:28 GMT, Vladimir Putin telah memberikan pidato TV di mana dia berterima kasih kepada tentara pasukan khusus karena "secara heroik memenuhi tugas militer mereka" di Ukraina.

Baca juga: Pidato Satu Jam, Putin Beberkan Alasan Rusia Akui Kemerdekaan Donbass

Putin mengatakan tentara telah ditugaskan untuk memberikan bantuan kepada "republik rakyat Donbas" - mengacu pada dua daerah yang dikuasai pemberontak di timur Ukraina yang diakui Rusia sebagai negara merdeka sebelum invasi.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada komando, personel pasukan operasi khusus, veteran unit pasukan khusus atas kesetiaan mereka pada sumpah, atas layanan sempurna mereka atas nama rakyat Rusia dan tanah air kita yang agung," katanya.

Dia mengakhiri pesan dengan mengatakan: "Saya berharap semoga sukses, sukses dan semua yang terbaik untuk Anda dan orang yang Anda cintai."

Pidato tersebut diberikan untuk menandai hari pasukan khusus Rusia, yang telah diadakan pada 27 Februari sejak 2015.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini