2. Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno didirikan oleh Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya yang berkuasa pada 732-760 Masehi. Kerajaan ini diperintah oleh Dinasti Sanjaya yang beragama Hindu dan Dinasti Syailendra yang beragama Buddha.
Kehidupan sosial di Mataram Kuno tidak terlalu menerapkan sistem kasta. Dalam kehidupan ekonominya, kerajaan Mataram Kuno mengandalkan pertanian karena pusat pemerintahan terletak di pedalaman. Kegiatan perdagangan dimulai pada masa pemerintahan Dyah Balitung dengan didirikannya pusat-pusat kegiatan ekonomi. Dalam kebudayaan, kerajaan ini juga menghasilkan karya berupa candi Hindu dan candi Buddha.
Runtuhnya kerajaan ini karena adanya persaingan Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya dan Balaputradewa dari Dinasti Syailendra. Hal itu kemudian berkembang menjadi perseturuan turun-temurun antara Mataram Kuno dan Sriwijaya.
Pada 1016 ibu kota Mataram diserbu oleh pasukan Aji Wurawari dari Lwaram atau sekutu Sriwijaya sehingga istana Mataram Kuno hancur dan Dharmawangsa tewas. Ini menandai berakhirnya Kerajaan Mataram Kuno. Selain itu, faktor lain yang menyebabkan runtuhnya Mataram Kuno ialah karena letusan Gunung Merapi. Akibatnya, pemerintahan Mataram di Jawa Tengah pun lenyap, ibu kota kerajaan terkubur, dan terjadi pemindahan pusat kekuaaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur.