4. Kerajaan Majapahit
Awal pendirian Kerajaan Majapahit ialah saat Raden Wijaya lari karena adanya pemberontakan Jayakatwang pada tahun 1292. Saat pelariannya, ia membuka desa kecil di hutan Trowulan dan diberi nama desa Majapahit. Seiring waktu, desa itu terus berkembang dan Raden Wijaya melakukan pendekatan dengan penduduk dari Tumapel dan Daha.
Setelah mengalami peperangan dengan pasukan Khubilai Khan dan mengalahkan Jayakawang, Raden Wijaya menyerang kembali pasukan Khubilai Khan. Ia menyerang karena tidak mau tunduk dengan kekuasaan Kaisar Mongol. Ia pun akhirnya dinobatkan sebagai raja pada tahun 1293 dan mendirikan Kerajaan Majapahit. Kerajaan ini berdiri pada abad ke-13 masehi dan berakhir pada abad ke-16 Masehi.
Majapahit merupakan salah satu kerajaan besar yang ada di Nusantara dengan cakupan wilayah yang luas. Kerajaan ini mencapai masa keemasannya pada pemerintahan Hayam Wuruk, dengan patihnya Gajah Mada. Hayam Wuruk berkuasa selama 1350 – 1389 Masehi. Ia berkuasa selama 39 tahun. Saat masa pemerintahannya pula wilayah Majapahit semakin luas, dibantu dengan adanya Sumpah Palapa dari Gajah Mada.
Wilayah Majapahit saat itu meliputi, Sumatera, Semenanjung Malaysia, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, Tumasik (Singapura), dan sebagian kepulauan Filipina.
Kerajaan Majapahit runtuh dikarenakan tidak adanya raja yang piawai dalam memimpin setelah kematian Hayam Wuruk dan Gajah Mada. Bahkan di masa-masa setelah kepemimpinan Hayam Wuruk, sering terjadi perang saudara dan juga wilayah yang ditaklukan mulai melepaskan diri. Gajah Mada meninggal pada 1364 dan Hayam Wuruk meninggal pada 1389. (Melansir dari berbagai sumber/Maria Alexandra Fedho/Litbang MPI)
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.