Share

Perintahkan Invasi ke Ukraina, Sabuk Hitam Taekwondo Putin Dicopot

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 01 Maret 2022 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 01 18 2554617 perintahkan-invasi-ke-ukraina-sabuk-hitam-taekwondo-putin-dicopot-b9zSwn8tlR.jpg Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin telah dicopot dari sabuk hitam taekwondo kehormatannya atas invasi negaranya ke Ukraina, teguran pribadi yang ditumpuk di atas sanksi ekonomi dan olahraga internasional.

Organisasi Taekwondo Dunia, mengutip moto "Perdamaian Lebih Berharga daripada Kemenangan," mengutuk tindakan militer Rusia di Ukraina, mengatakan "serangan brutal terhadap nyawa tak berdosa" melanggar nilai-nilai olahraga menghormati dan toleransi.

"Dalam hal ini, Taekwondo Dunia telah memutuskan untuk menarik sabuk hitam dan kehormatan ke-9 yang dianugerahkan kepada Tuan Vladimir Putin pada November 2013," kata badan itu dalam sebuah pernyataan.

Ia menambahkan bahwa mereka akan bergabung dengan Komite Olimpiade Internasional dalam melarang bendera dan lagu Rusia di acara-acaranya.

Keputusan itu muncul setelah Federasi Judo Internasional mengatakan pada Minggu (27/2/2022) akan menangguhkan status Putin sebagai presiden kehormatan dan duta besar "mengingat konflik perang yang sedang berlangsung di Ukraina".

Organisasi olahraga lain seperti FIFA dan UEFA telah menangguhkan tim dan klub nasional Rusia dari kompetisi.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Putin telah menunjukkan teknik yang mumpuni saat tampil dalam seragam seni bela diri, memproyeksikan citra kekuatan seperti yang ia miliki dalam acara-acara lain yang dipentaskan dengan hati-hati seperti dirinya menunggang kuda bertelanjang dada atau bermain hoki es.

Pasukan Rusia membombardir kota terbesar kedua Ukraina, Kharkiv, pada Senin (28/2/2022), menarik sanksi baru dari Amerika Serikat (AS) dan sekutunya sebagai bagian dari isolasi internasional Rusia.

Rusia menyebut tindakannya di Ukraina sebagai "operasi khusus" yang dikatakan tidak dirancang untuk menduduki wilayah tetapi untuk menghancurkan kemampuan militer tetangga selatannya dan menangkap apa yang dianggapnya sebagai nasionalis berbahaya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini