JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono memastikan tak akan ada pembiaran terkait upaya penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ke luar negeri.
Yudo meminta para prajuritnya untuk bertindak tegas dengan menangkap para PMI ilegal itu sebelum berangkat.
"Perintah saya memang tidak perlu menunggu mereka (PMI Ilegal) berangkat, sebelum berangkatpun silakan tangkap," ungkap Yudo ditemui di Mabesal Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (2/3/2022).
Sebab, jika hanya menunggu dan melakukan upaya pencegahan di laut, maka tidak akan efektif. Adapun segala bentuk penangkapan PMI ilegal itu harus tetap berkoordinasi dengan pihak terkait.
"Ada upaya-upaya pengiriman ilegal baik di darat maupu di laut sudah periksa saja. Memang ilegal ya tangkap, serahkan pada aparat yang berwenang dalam hal ini kepolisian," jelasnya.
Baca juga: Gagalkan Penyelundupan PMI Illegal di Bengkalis, TNI AL: Tak Ada Kompromi Pelanggaran di Laut
Sekadar informasi, dalam waktu kurang lebih 1 minggu ke belakang, TNI AL telah mengamankan sebanyak 97 PMI Ilegal dari gagalnya upaya penyelundupan. Puluhan orang itu digunakan di 2 tempat berbeda yakni Tanjung Balai, Sumatera Utara, Senin (28/2/2022) dan Kabupaten Bengkalis, Selasa (1/3/2022).
Baca juga: TNI AL Gerebek Gudang Berisikan Puluhan PMI Ilegal
Rinciannya, di Tanjung Balai tercatat 75 PMI ilegal berhasil diamankan yang teridiri dari 47 orang laki-laki dan 28 perempuan.
Sementara itu, di Kabupaten Bengkalis ada 22 PMI ilegal yang diamankan. Mereka terdiri 8 laki-laki dan 14 perempuan.
Baca juga: Evaluasi Penangkapan PMI Ilegal, TNI AL Minta BP2MI Lebih Terbuka
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.