Share

Kronologi Calo Pukul Penumpang yang Tak Jadi Naik Angkot

Hasan Hidayat, MNC Portal · Jum'at 04 Maret 2022 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 04 340 2556384 kronologi-calo-pukul-penumpang-yang-tak-jadi-naik-angkot-1C8O6sws6J.jpg Calo pemukul penumpang angkot di Cirebon ditangkap polisi (Foto : MPI)

CIREBON - Polres Cirebon Kota berhasil menangkap calo Terminal Harjamukti yang melakukan pemukulan ke penumpang elf yang tidak jadi naik angkot, penangkapan tersebut hanya berselang beberapa dari waktu kejadian.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar melalui Wakapolres, Kompol Ahmat Troy Aprio menjelaskan, pihaknya berhasil menangkap dan mengungkap aksi premanisme yang berujung kekerasan yang terjadi di Terminal Harjamukti.

"Kami berhasil menangkap, kasus aksi premanisme, kekerasan yang terjadi di Terminal Harjamuki, kemarin sempat viral oleh masyarakat melalui media sosial," ungkap Troy, Jumat (4/3/2022).

Troy mengatakan, viralnya aksi premanisme tersebut di medsos, membantu pihaknya bergerak dan dalam hitungan jam, tersangka inisiasi A berhasil diamankan. "Tersangka A tinggal tidak jauh dari lokasi, sedangkan korban SP (19) warga Sedong Kidul Kabupaten Cirebon," jelasnya.

Terkait kronologi kejadian, Troy menjelaskan, korban bersama teman datang dari Bandung, di terminal turun dan waktu turun dari bis, mereka dipaksa oleh A untuk masuk elf, korban mengikuti, sampai di elf, dipaksa bayar karcis Rp 35 ribu

"Korban menolak dan turun, karena menurut korban, karcis hanya Rp 10 ribu," katanya.

Saat turun, lanjut Troy, tersangka menarik korban dan melakukan pemukulan. Saat itu dilerai warga sekitar. "Tersangka diamankan masyarakat, hitungan menit, kasus ini muncul di medsos, karena salah satu korban merekam," ujarnya.

Menurut Troy, korban menderita luka ringan di bagian mata. "Pelaku dikenakan 351 ayat 1 KUHP, 335 ayat 1 KUHP, 351 hukuman pidana selama-lamanya 2 tahun dua bulan," ungkapnya.

Kepolisian mengimbau masyarakat di Kota Cirebon tidak ada ruang untuk aksi premanisme dalam bentuk apapun

"Atensi Kapolres, kami akan tindak tegas jika ada laporan maupun info beredar terkait aksi-aksi premanisme, pungli dan lainnya," ungkapnya.

Sebagai bentuk antisipasi, kata Troy, pihaknya membentuk tim lapangan sampai Polsek dengan mengumpulkan bhabinkamtibmas yang lokasinya dekat fasilitas terminal, kereta api, pasar dan lain yang memungkinkan adanya praktek percaloan.

"Mulai dari penyuluhan sampai tindakan tegas, jika menemukan info, segera sampaikan, dan langsung akan kita tindak lanjuti," ungkapnya.

Sementara itu, tersangka A saat ditanya Wakapolres mengaku saat melakukan pemukulan tersebut dalam keadaan mabuk minum tuak.

"Saya minum tuak, ini baru saya lakulan pemukulan ini," kata A.

Ia mengaku, pekerjaan biasanya adalah ABK kapal, namun dengan sepinya job maka ia memutuskan menjadi calo di terminal

"Karcis atau ongkos elf harusnya Rp 10 ribu, saya minta Rp 35 ribu, itu pakai tiket, bikin sendiri, bukan resmi dari Terminal," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini