Akhirnya, pada 21 April, Komisi Tenaga Atom secara terbuka mengakui kecelakaan nuklir itu tetapi membantah bahwa ada orang yang terpapar radiasi tingkat berbahaya. Dua hari kemudian, perusahaan yang menjalankan pabrik tersebut menyatakan bahwa mereka tidak segera mengumumkan kecelakaan itu karena emosionalisme Jepang terhadap nuklir apa pun.
Publik juga mengetahui untuk pertama kalinya bahwa, dalam insiden sebelumnya di pabrik yang sama pada Januari 1981, 45 pekerja telah terpapar radiasi.
Semua ikan yang ditangkap di Teluk Wakasa setelah kecelakaan itu ditarik kembali dan laporan menunjukkan bahwa ikan di daerah itu menunjukkan mutasi yang jauh lebih banyak daripada biasanya selama beberapa tahun setelah kejadian. Pada Mei 1981, presiden dan ketua Perusahaan Tenaga Atom Jepang mengundurkan diri.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.