Share

Serangan Udara Rusia Hantam RS Bersalin, AS: Tindakan Biadab!

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 10 Maret 2022 06:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 10 18 2559183 serangan-udara-rusia-hantam-rs-bersalin-as-tindakan-biadab-RJCQP8x7fS.JPG Pemandangan setelah serangan udara Rusia menghantam sebuah rumah sakit bersalin di Mariupol, Ukraina, 9 Maret 2022. (Foto: Reuters)

LVIV – Serangan udara pasukan Rusia pada Rabu (9/3/2022) menghantam sebuah rumah sakit ibu dan anak di Kota Mariupol, melukai pasien yang terkubur puing-puing. Serangan itu terjadi meski gencatan senjata telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Pihak berwenang mengatakan serangan itu menyebabkan wanita yang sedang bersalin dan anak-anak di rumah sakit menjadi korban. Dilaporkan setidaknya 17 orang mengalami luka-luka, termasuk staf dan pasien rumah sakit.

BACA JUGA: Rusia Umumkan Gencatan Senjata untuk Evakuasi Warga Sipil di Ukraina 

Kehancuran itu terjadi di saat kedua belah pihak telah menyepakati gencatan senjata untuk memungkinkan evakuasi warga dari Mariupol, dimana ratusan ribu orang berlindung tanpa air atau listrik selama lebih dari seminggu.

Baik Rusia dan Ukraina saling tuding terkait terhambatnya evakuasi, mengatakan bahwa tentara dari pihak yang berseteru menghalangi warga untuk meninggalkan kota.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov, yang dimintai komentar oleh Reuters, mengatakan: "Pasukan Rusia tidak menembaki sasaran sipil". Rusia menyebut serangannya sebagai "operasi khusus" untuk melucuti senjata tetangganya dan mengusir para pemimpin yang disebutnya "neo-Nazi."

Kementerian luar negeri Ukraina memposting rekaman video dari apa yang dikatakan sebagai rumah sakit yang menunjukkan lubang di mana jendela seharusnya berada di gedung tiga lantai. Tumpukan besar puing-puing yang membara berserakan di tempat kejadian.

Amerika Serikat (AS) mengutuk serangan tersebut menyebutnya sebagai “tindakan biadab” militer Rusia.

"Mengerikan melihat jenis penggunaan kekuatan militer yang biadab untuk menyasar warga sipil tak berdosa di negara berdaulat," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki sebagaimana dilansir Reuters.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali mengungkapkan keprihatinanya akan semakin bertambahnya korban warga sipil dalam konflik yang hingga Rabu, telah berlangsung selama 14 hari itu.

"Insiden itu menambah keprihatinan mendalam kami tentang penggunaan senjata secara sembarangan di daerah berpenduduk dan warga sipil yang terperangkap dalam permusuhan aktif di berbagai daerah," kata Juru Bicara Badan Hak Asasi Manusia PBB Liz Throssell.

Ukraina mengatakan 67 anak telah tewas di seluruh negeri sejak invasi dan setidaknya 1.170 warga sipil tewas di Mariupol. Jumlah tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini