Share

Orang Pertama di Dunia yang Mendapat Cangkok Jantung Babi, Meninggal Dunia

Agregasi BBC Indonesia, · Kamis 10 Maret 2022 08:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 10 18 2559217 orang-pertama-di-dunia-yang-mendapat-cangkok-jantung-babi-meninggal-dunia-sIJJZLMpdl.jpg David Bennet dan dr. Bartley Griffith. (Foto: University of Maryland School of Medicine)

BALTIMORE - Orang pertama di dunia yang mendapatkan transplantasi jantung babi telah meninggal dunia.

Pria Amerika Serikat (AS), David Bennett yang memiliki penyakit jantung parah, bertahan hidup dua bulan setelah operasi transplantasi jantung di AS. Para dokter di Baltimore, Maryland, AS mengatakan bahwa kondisi pria berusia 57 tahun itu memburuk beberapa hari lalu dan dia meninggal pada Selasa (8/3/2022).

BACA JUGA: Pertama Kalinya, Pasien di AS Pulih Setelah Terima Cangkok Jantung Babi

Bennet menyadari risiko operasi transplantasi jantung babi, yang dimodifikasi secara genetik, dengan mengatakan prosedur itu sebagai "percobaan dalam kegelapan."

Bennett dalam keadaan baik tiga hari setelah menjalani prosedur eksperimental itu selama tujuh jam di Baltimore, kata para dokter pada Januari lalu.

Transplantasi itu dianggap sebagai harapan terakhir untuk menyelamatkan hidup Bennett, meskipun belum jelas bagaimana peluang jangka panjangnya untuk bertahan hidup.

"Pilih mati atau melakukan transplantasi ini," kata Bennet sehari sebelum operasi sebagaimana dilansir BBC. "Saya tahu (prosedur) itu berisiko, tetapi ini adalah pilihan terakhir saya."

Para dokter di Pusat Medis Universitas Maryland diberikan dispensasi khusus oleh regulator medis AS untuk melakukan operasi tersebut, dengan dasar bahwa Bennett akan meninggal jika tidak dilakukan. 

BACA JUGA: Pertama Kali Dilakukan, Tim Dokter AS Cangkokkan Ginjal Babi pada Manusia

Bagi tim medis yang melakukan transplantasi, operasi itu menandai puncak dari penelitian bertahun-tahun, dan dapat mengubah kehidupan di seluruh dunia.

Dokter bedah Bartley P. Griffith mengatakan operasi itu akan membawa dunia "satu langkah lebih dekat untuk memecahkan krisis kekurangan organ", seperti diungkapkan dalam siaran pers Fakultas Kedokteran Universitas Maryland.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Krisis itu merujuk pada fakta bahwa 17 orang setiap hari di AS meninggal saat menunggu transplantasi organ, dan lebih dari 100.000 orang dalam daftar tunggu, menurut OrganDonor.gov.

Menggunakan organ hewan untuk apa yang disebut xenotransplantasi dalam memenuhi permintaan pasien telah lama dipertimbangkan kalangan medis, dan penggunaan katup jantung babi sudah berlaku umum.

Pada Oktober 2021, ahli bedah di New York mengumumkan bahwa mereka telah berhasil mentransplantasikan ginjal babi ke dalam tubuh seseorang. Pada saat itu, operasi tersebut merupakan eksperimen paling maju di bidangnya sejauh ini.

Namun, penerima transplantasi pada saat itu mengalami mati otak tanpa ada harapan untuk sembuh.

Sedangkan Bennett berharap transplantasi yang dijalaninya akan memungkinkan dia untuk melanjutkan hidup.

Bennet terbaring di tempat tidur selama enam minggu menjelang operasi, bergantung pada mesin yang membuatnya tetap hidup setelah didiagnosis menderita penyakit jantung terminal.

"Saya berharap dapat bangun dari tempat tidur setelah saya pulih," katanya Kamis, 6 Januari lalu.

Apa yang akan terjadi berikutnya masih belum jelas.

Babi yang digunakan dalam transplantasi itu telah dimodifikasi secara genetik untuk melumpuhkan gen yang menghasilkan gula, yang akan memicu respons kekebalan pada manusia, seperti dikabarkan kantor berita AFP.

Griffith mengatakan mereka "melanjutkan prosedur dengan hati-hati", dan secara cermat memantau Bennett.

Putranya, David Bennett Jr, mengakui kepada kantor berita AP mereka "tidak tahu soal kondisinya saat ini."

Namun dia menambahkan: "Ayah menyadari dampak besar apa yang telah dilakukan dan dia benar-benar menyadari pentingnya hal itu."

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini