KERAJAAN Sriwijaya merupakan kerajaan bercorak Buddha pertama di Nusantara, sekaligus menjadi pusat pengajaran Buddha oleh Sidharta Gautama.
Kerajaan Sriwijaya diperkirakan berada di Muara Sungai Musi, Sumatera. Dalam bahasa Sansakerta, Sriwijaya dapat diartikan sebagai “kemenangan yang gemilang”. Sri artinya “bercahaya” atau “gemilang”, sedangkan Wijaya berarti “kemenangan” atau “kejayaan”.
Sriwijaya pertama kali didirikan pada abad ke-7 dan menjadi salah satu kerajaan maritim di Indonesia, berdasarkan catatan dari seorang pendeta Tiongkok dari Dinasti Tang, I Tsing. Dia menulis bahwa dia pernah tinggal selama enam bulan di Sriwijaya pada tahun 671.
Selama kerajaan Buddha tersebut berdiri, terjadi beberapa kali perpindahan kekuasaan secara turun-temurun. Berikut ini adalah daftar raja-raja terkenal dari Kerajaan Sriwijaya.
1. Dapunta Hyang
Dapunta Hyang Sri Jayanasa adalah sosok di balik berdirinya Kerajaan Sriwijaya. Beberapa pendapat menyebutkan bahwa Dapunta Hyang adalah anggota Wangsa Syailendra, namun ada juga yang berpendapat bahwa Dapunta Hyang berasal dari Minangatamwan.
Berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit, diceritakan bahwa Dapunta Hyang berhasil melakukan perluasan wilayah kekuasaan hingga ke Minangatamwan. Selain itu, Dapunta Hyang juga menaklukan beberapa wilayah dan membuat sebuah wanua (perkampungan), yang kemudian berkembang menjadi pusat Kadatuan Sriwijaya di Palembang.
Dalam prasasti Talang Tuwo, dikatakan Dapunta Hyang membangun sebuah taman bernama Taman Sriksetra. Prasasti yang ditulis dalam huruf Pallawa berbahasa Melayu kuno ini mengisahkan Taman Sriksetra yang dihiasi kolam-kolam dan kanal. Sang Raja juga meminta agar ditanam beberapa jenis pohon yang buahnya bisa dimakan, seperti kelapa, pinang, sagu, enau, dan wuluh.

2. Sri Cudamani Warmadewa
Sri Maharaja Cudamani Warmadewa adalah Raja Sriwijaya yang terkenal dalam kronik Tiongkok sebagai Se-li-chu-la-wu-ni-fu-ma-tian-hwa. Pada tahun 1003, Raja Sri Cudamani Warmadewa pernah membangun sebuah candi sebagai dedikasi kepada kaisar Tiongkok yang diberi nama Cheng Tien Wan Shou.