Selain itu, namanya juga didedikasikan sebagai vihara bernama Culamanivarmma di bagian selatan India, tertulis pada Prasasti Leiden. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada masa itu, Sriwijaya memiliki relasi dengan Dinasti Chola dari India.
3. Balaputradewa
Balaputradewa merupakan raja yang mampu membawa Sriwijaya pada puncak kekuasaan. Menurut Prasasti Nalanda, Balaputradewa merupakan keturunan Dinasti Syailendra. Dia adalah cucu dari seorang raja Jawa yang dijuluki Wirawairimathana (penumpas musuh perwira). Berdasarkan prasasti itu juga, Balaputradewa disebut sebagai raja Suwarnadwipa, yaitu nama kuno untuk pulau Sumatera.
Kala itu, Pulau Sumatera identik dengan Kerajaan Sriwijaya. Karena itulah, sejarawan sepakat bahwa Balaputradewa mewarisi takhta Sriwijaya. Ditambah lagi, Wangsa Syailendra memang menguasai Pulau Sumatera.
Seperti yang sering tertulis di buku-buku pelajaran sejarah, Balaputradewa memiliki sikap kepemimpinan yang menjadikannya bisa membawa Sriwijaya menjadi kerajaan besar. Sikap tersebut yakni jujur, berani, peduli kepada umat beragama, dan peduli dengan rakyatnya.
4. Sanggrama Wijayattunggawarman
Sri Maharaja Sanggrama-Vijayottungga Warmadewa atau Sanggrama Wijayattunggawarman adalah seorang raja Sriwijaya. Berdasarkan Prasasti Tanjore tahun 1030 pada Candi Rajaraja, Kerajaan Sriwijaya pernah diserang oleh Kerajaan Chola dari India yang dipimpin oleh Raja Rajendra Chola.
Namun, Raja Sanggrama tidak dapat menangkis serangan tersebut. Dia pun ditangkap dan ditahan. Lalu pada masa kekuasaan Raja Kulotungga I Kerajaan Chola, Raja Sanggrama pun dibebaskan.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.