Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hilang 2 Pekan di Batang, Nenek Asal Pademangan Ini Akhirnya Pulang ke Rumah

Yohannes Tobing , Jurnalis-Kamis, 10 Maret 2022 |11:09 WIB
Hilang 2 Pekan di Batang, Nenek Asal Pademangan Ini Akhirnya Pulang ke Rumah
Nenek Turah asal Pademangan, Jakarta Utara, akhirnya pulang ke rumah setelah menghilang di Batang, Jateng, selama 2 pekan. (Ist)
A
A
A

JAKARTA - Dinas Sosial Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menemukan seorang nenek yang luntang-lantung di daerah tersebut selama 2 pekan. Saat mencoba untuk berkomunikasi, nenek tersebut rupanya sudah lupa ingatan atau pikun.

Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Pademangan, Sarmudi mengatakan, Dinas Sosial Kabupaten Batang berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta untuk memastikan nenek tersebut warga Jakarta.

Setelah dikroscek, Nenek Turah (70) merupakan warga RW 07 Kelurahan Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara. Turah kemudian diantar petugas Dinsos menuju Pademangan setelah menempuh perjalanan 12 jam.

"Iya benar. Semalam kami menerima Nenek Turah bersama keluarga dan pengurus RW di Kantor Kecamatan Pademangan," kata Sarmudi saat dikonfirmasi, Kamis (10/3/2022).

Sarmudi menjelaskan, Nenek Turah yang pikun ini lepas pengawasan keluarga. Ia pergi meninggalkan keluarga dengan bekal uang saku yang dimilikinya dan berangkat menaiki bus AKAP menuju Batang.

"Dia hanya berbekal uang saku, tidak membawa identitas KTP. Petugas Dinas Sosial Kabupaten Batang mengetahui domisili Nenek Turah dengan berkoordinasi melalui Dinas Sosial daerah lainnya termasuk DKI Jakarta yang memiliki daftar orang hilang," tuturnya.

Sarmudi menambahkan, pihak keluarga mengakui hilangnya sang nenek kali ini merupakan kejadian yang keempat kalinya setelah mengalami pikun. Karena itu, ia meminta keluarga nenek tersebut untuk meningkatkan pengawasan.

"Informasi keluarganya Nenek Turah ini sudah empat kali menghilang karena lepas pengawasan. Kami meminta keluarga untuk meningkatkan pengawasan terhadapnya dan tidak memberikan uang saku bernilai cukup besar yang bisa dijadikannya sebagai ongkos menaiki transportasi umum," tuturnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement