Share

Putin Sebut Sanksi Barat Tidak Sah, Rusia Akan Lebih Kuat dan Mandiri

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 11 Maret 2022 11:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 11 18 2559938 putin-sebut-sanksi-barat-tidak-sah-rusia-akan-lebih-kuat-dan-mandiri-j04CKzY9HX.jpg Sanksi Barat terhadap Rusia atas invasi ke Ukraina (Foto: CNA)

RUSIA - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada Kamis (10/3) bahwa sanksi Barat tidak sah dan Rusia akan dengan tenang menyelesaikan masalah yang timbul.

Berbicara pada pertemuan pemerintah, Putin juga mengatakan Moskow - produsen energi utama yang memasok sepertiga gas Eropa - akan terus memenuhi kewajiban kontraknya.

Dengan tenang, pemimpin Kremlin itu mengakui bahwa sanksi yang diberlakukan sejak awal yang disebut Rusia sebagai operasi militer khusus di Ukraina sedang dirasakan.

“Jelas bahwa pada saat-saat seperti itu permintaan masyarakat terhadap kelompok barang tertentu selalu meningkat, tetapi kami tidak ragu bahwa kami akan menyelesaikan semua masalah ini sambil bekerja dengan tenang,” katanya.

"Secara bertahap, orang akan menyesuaikan diri, mereka akan mengerti bahwa tidak ada peristiwa yang tidak bisa kita tutup dan selesaikan,” lanjutnya.

Baca juga:  Putin Siap Gelar Pertemuan dengan Zelensky, Rusia Minta Persiapan di Sepanjang Belarusia

Dia juga mengatakan bahwa Rusia pada akhirnya akan muncul lebih kuat dan lebih mandiri setelah mengatasi kesulitan yang disebabkan oleh apa yang disebutnya sanksi tidak sah Barat.

 Baca juga: Putin Sebut Sanksi Barat untuk Rusia Seperti Deklarasi Perang

Putin mengatakan tidak ada alternatif untuk "operasi militer khusus" di Ukraina dan bahwa Rusia bukanlah negara yang dapat menerima kompromi kedaulatannya untuk semacam keuntungan ekonomi jangka pendek.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

"Sanksi ini akan dijatuhkan dalam hal apa pun," kata Putin dalam pertemuan itu.

"Ada beberapa pertanyaan, masalah dan kesulitan tetapi di masa lalu kami telah mengatasinya dan kami akan mengatasinya,” ujarnya.

Berbicara pada pertemuan yang sama, Menteri Keuangan Anton Siluanov mengatakan Rusia telah mengambil langkah-langkah untuk membatasi arus keluar modal dan bahwa negara itu akan membayar utang luar negerinya dalam rubel.

"Selama dua minggu terakhir, negara-negara Barat pada dasarnya mengobarkan perang ekonomi dan keuangan melawan Rusia," katanya.

Dia mengatakan Barat telah gagal memenuhi kewajibannya kepada Rusia dengan membekukan cadangan emas dan mata uang asingnya. Itu mencoba menghentikan perdagangan luar negeri, katanya.

"Dalam kondisi seperti ini, prioritas kami adalah menstabilkan situasi di sistem keuangan," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini