Tiba-tiba, Sang Baginda Raja mendapat suatu ilham: "Bagaimana kalau aku menjodohkan Raden Rahmat dengan putriku Dewi Chandrawati, bukankah hal ini layak sebagai penghargaan kepada orang yang sangat berjasa meredam kebobrokan moral di Majapahit?"
Ternyata bentuk hadiah yang akan diberikan oleh Prabu Brawijaya V kepada Raden Rahmat adalah dijodohkan dengan putrinya yaitu Dewi Chandrawati. Tampaknya, Sang Prabu mempercayai Raden Rahmat untuk menjaga putrinya. Sebab, Raden Rahmat sudah sangat berjasa dalam menghapus kebobrokan moral di kalangan Majapahit.
Kemudian sang Prabu bermusyawarah dengan permaisurinya, Ratu Dewi Dwarawati mengenai perjodohan ini.
Rupanya, Dewi Dwarawati sendiri sejak awal kedatangan Raden Rahmat ke Majapahit telah memiliki ide yang serupa untuk menjodohkan putrinya. Namun, ia merasa khawatir jika suaminya tidak berkenan dengan idenya.
Prosesi pernikahan terjadi selama tujuh hari tujuh malam di istana Majapahit. Raden Rahmat yang begitu tampan bersanding dengan Dewi Chandrawati yang cantik rupawan. Semua hadirin melihat pasangan mempelai sangat serasi, harmonis, dan seimbang.
Kerajaan Majapahit yang semula nampak redup, berubah menjadi cerah kembali sejak kedatangan Raden Rahmat. Ia menjadi pembicaraan para rakyat yang dianggap sebagai pahlawan di Majapahit.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.