Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Soeharto Copot Benny Moerdani Sebagai Panglima ABRI

Alyssa Nazira , Jurnalis-Senin, 14 Maret 2022 |18:32 WIB
Kisah Soeharto Copot Benny Moerdani Sebagai Panglima ABRI
Benny Moerdani (Foto: Ist)
A
A
A

Sebelumnya, pada awal sidang, semua anggota majelis sudah sepakat akan mencalonkan Soeharto kembali menjadi presiden periode 1988-1993. Namun, untuk urusan pendamping Soeharto, sidang belum bulat mengusung satu nama.

Dalam sidang tersebut, Fraksi Persatuan Pembangunan bersikeras mencalonkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Jailani Naro, guna menyaingi Sudharmono, yang dicalonkan oleh Golkar. Sedangkan, Fraksi ABRI saat itu belum bersuara.

Benny yang masih menjadi Panglima ABRI saat itu, juga menjabat sebagai Ketua Fraksi ABRI, belum juga menyatakan dukungannya kepada Sudharmono. Banyak yang mengatakan jika Benny berhasrat untuk menjadi wakil presiden.

Akhirnya jabatan Benny sebagai Panglima ABRI, digantikan oleh Jenderal Try Sutrisno. Perlahan Benny pun mulai tersingkir dari percaturan kekuasaan. Meskipun pada akhirnya, Benny tetap masuk ke dalam jajaran kabinet, pada masa kepemimpinan Soeharto dan Sudharmono.

Benny diberikan jabatan sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan dalam Kabinet Pembangunan V. Benny yang sebelumnya dikenal sebagai sosok angker pun berubah, kini menjadi Benny yang negarawan.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement