Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Benny Moerdani, Jenderal Kopassus yang Berhasrat Jadi Wakil Presiden

Alyssa Nazira , Jurnalis-Selasa, 15 Maret 2022 |06:02 WIB
Kisah Benny Moerdani, Jenderal Kopassus yang Berhasrat Jadi Wakil Presiden
Benny Moerdani (foto: dok istimewa)
A
A
A

Padahal biasanya, panglima akan diganti bersamaan pelantikan kabinet karena kedudukannya setara dengan menteri dan menjabat selama lima tahun. Benny pun saat itu belum memasuki masa pensiunnya.

Dalam suatu Sidang Umum MPR, saat sedang membahas siapa yang menjadi pendamping Soeharto saat dicalonkan kembali menjadi presiden periode 1988-1993, ruang sidang dihebohkan oleh interupsi Brigadir Jenderal Ibrahim Saleh, yang saat itu dikenal termasuk tentara di barisan Benny, dan juga merupakan anggota Fraksi ABRI. Di atas mimbar, ia mewacanakan calon wakil presiden alternatif.

Di sisi lain, Fraksi Persatuan Pembangunan bersikeras mencalonkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Jailani Naro, untuk menyaingi Sudharmono, yang dicalonkan oleh Golkar. Sedangkan, Fraksi ABRI saat itu belum bersuara.

Benny yang masih menjadi Panglima ABRI saat itu, juga menjabat sebagai Ketua Fraksi ABRI, belum juga menyatakan dukungannya kepada Sudharmono. Banyak yang mengatakan jika Benny berhasrat untuk menjadi wakil presiden.

Akhirnya jabatan Benny sebagai Panglima ABRI, digantikan oleh Jenderal Try Sutrisno. Dan perlahan Benny pun mulai tersingkir dari percaturan kekuasaan. Meskipun pada akhirnya, Benny tetap masuk ke dalam jajaran kabinet, pada masa kepemimpinan Soeharto dan Sudharmono.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement