JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengungkapkan fenomena La Nina masih akan bertahan hingga 2022. Lantas pa dampaknya bagi cuaca di Indonesia?
“La Nina masih bertahan hingga pertengahan 2022. Artinya, potensi peningkatan curah hujan masih dapat terjadi hingga pertengahan 2022,” ungkap Dwikorita saat Jumpa Pers: Prakiraan Musim Kemarau 2022, Jumat (18/3/2022).
Sementara itu, Dwikorita mengatakan hingga saat ini, sebanyak 97,08% zona musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim hujan.
“Bagaimana perkembangan musim hujan tahun 2021, 2022 sampai dengan saat? Perlu diketahui pada akhir Agustus 2021, BMKG merilis prakiraan musim hujan untuk tahun 2021-2022. Hasil pemantauan perkembangan musim hujan di tahun 2021 hingga 2022, hingga awal Maret 2022 menunjukkan bahwa hampir seluruh zona musim di wilayah Indonesia atau 97,08 persen telah memasuki musim hujan,” tuturnya.
Dwikorita pun menjelaskan bahwa kondisi iklim di Indonesia sangat tergantung pada apa kondisi di Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Hingga pertengahan Februari 2022, dari pemantauan terhadap anomali iklim Global di dua Samudera tersebut yaitu di Samudra Pasifik Ekuator menunjukkan La Nina masih berlangsung.
“Dan Samudra Hindia menunjukkan Indian Ocean Dipole Mode dalam kondisi netral. Kemudian indeks El Nino Southern Oscillation menunjukkan wilayah Pasifik atau Pasifik Tengah dalam kondisi La Nina. Demikian juga Indian Ocean Dipole Mode dalam kondisi negatif," tuturnya.