Namun, dengan penguatan seperti itu, pasukan NATO di Baltik kemungkinan besar tidak dapat mengalahkan invasi besar-besaran Rusia, kata para pemimpin Baltik. “Jika kita ingin siap sejak menit pertama dalam menghadapi serangan untuk membela warga kita, dan jika Anda ingin memberi warga Latvia perasaan aman yang sama seperti yang dirasakan warga Prancis, Inggris, Spanyol dan Jerman … maka harus ada kehadiran secara permanen dengan lebih banyak kemampuan senjata,” kata Menteri Pertahanan Latvia Artis Pabriks dalam wawancara dengan VOA.
Baca Juga: Rusia Invasi Ukraina, Ini 4 Hal Utama yang Disoroti Inggris
Para pemimpin Baltik telah lama mendesak adanya pangkalan permanen pasukan AS, menganggapnya sebagai pencegah utama terhadap invasi Rusia. Sekarang ini, pasukan AS merupakan bagian dari kelompok pasukan tempur bergilir yang ditempatkan NATO di Baltik, yang dipimpin oleh Jerman, Inggris dan Kanada.
Dalam lawatan ke Baltik awal bulan ini, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan “penempatan yang lebih permanen” sedang dipertimbangkan sebagai bagian dari peninjauan kembali postur pertahanan NATO yang lebih besar. Ia tidak memberikan rincian. Tetapi AS telah enggan untuk menempatkan secara permanen pasukan di negara yang berhadapan dengan Rusia, karena khawatir hal itu akan semakin mengganggu hubungan dengan Moskow.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.