Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Rusia Invasi Ukraina, Negara-Negara Baltik Desak Kehadiran Permanen NATO

Agregasi VOA , Jurnalis-Kamis, 24 Maret 2022 |06:42 WIB
Rusia Invasi Ukraina, Negara-Negara Baltik Desak Kehadiran Permanen NATO
Kapal perang NATO (Foto: Reuters/VOA)
A
A
A

NEGARA-negara kecil di Baltik mendesak NATO untuk menetapkan kehadiran yang lebih besar dan permanen di wilayah mereka setelah Rusia menginvasi Ukraina. Militer negara-negara Baltik telah lama dikerdilkan oleh militer negara tetangga mereka, Rusia.

Estonia, Latvia dan Lithuania, dengan populasi gabungan hanya sekitar enam juta orang, telah lama dianggap sebagai beberapa anggota NATO yang paling rentan. Negara-negara tersebut bergabung dengan aliansi militer Barat itu pada tahun 2004, tetapi terhubung dengan seluruh negara NATO di Eropa hanya dengan satu koridor sempit, yang terletak di antara Kaliningrad, wilayah kantong Rusia yang bersenjata lengkap, dan Belarus, sekutu Rusia.

Baca Juga:  China Sebar Pandangan Unik tentang Perang di Ukraina lewat Medsos

Ketiga bekas negara Soviet itu mengamati dengan cemas sewaktu Moskow berupaya mendesakkan kembali pengaruhnya di Eropa Timur. Namun, mereka juga percaya diri karena negara-negara Barat memperkuat aliansi NATO dalam menanggapi invasi Rusia ke Ukraina.

NATO tidak memiliki pasukan di bagian timur wilayah aliansi itu hingga 2014, sewaktu NATO memutuskan untuk mengerahkan empat kelompok tempur multinasional secara bergilir ke kawasan Baltik dan Polandia sebagai tanggapan atas aneksasi Rusia terhadap Krimea. Kehadiran NATO lebih jauh diperkuat tahun ini setelah Rusia menyerang Ukraina. Secara keseluruhan, Baltik kini menampung sekitar 7.700 tentara NATO, hampir dua kali lebih banyak dibandingkan dengan sebelumnya pada awal tahun ini.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement