Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Diminta Kutuk Invasi Rusia ke Ukraina, Palestina Balik Kecam 'Standar Ganda' Barat

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Kamis, 31 Maret 2022 |13:51 WIB
Diminta Kutuk Invasi Rusia ke Ukraina, Palestina Balik Kecam 'Standar Ganda' Barat
Presiden Palestina Mahmoud Abbas. (Foto: Reuters)
A
A
A

RAMALLAH - Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mengecam "standar ganda" Barat yang menjatuhkan sanksi kepada Rusia atas invasinya ke Ukraina tapi mengabaikan "kejahatan" Israel terhadap Palestina.

Abbas menyuarakan kegeramannya itu kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, yang sedang berkunjung ke kediamannya di Kota Ramallah.

BACA JUGA: Pengusaha Dekat dengan Putin Disanksi, Israel Bingung Ambil Sikap ke Orang Rusia Yahudi Berpengaruh

"Peristiwa terkini di Eropa telah menunjukkan standar ganda yang mencolok," kata Abbas kepada Blinken dalam jumpa pers (27/3/2022), seperti dikutip AFP.

"Meski pendudukan Israel merupakan kejahatan pembersihan etnis dan diskriminasi rasial, kami tidak menemukan seorang pun yang menganggap Israel bertanggung jawab karena tindakannya melampaui norma hukum."

"Apa yang terjadi di Palestina tidak bisa dilewatkan begitu saja," tambah Abbas, merujuk pada kebijakan Israel terhadap Palestina.

"Hukum internasional tidak dapat dipilah-pilah, dan kami bertanya-tanya apakah dominasi otoritas pendudukan Israel atas rakyat Palestina, penghinaan atas mereka dan pelanggaran hak-hak sah mereka dapat berlanjut tanpa ada tindakan yang mengarah pada akhir pendudukan ini."

BACA JUGA: Kisah Pilu Pengungsi dari Suriah dan Palestina yang Kembali Terjebak Perang di Ukraina

Perdana Menteri Palestina, Mohammed Shtayyeh, dilaporkan juga menyuarakan kritik serupa dalam pertemuan bulan ini dengan para diplomat asing.

Dia punya alasan bahwa Otoritas Palestina tidak bisa memihak dalam konflik di Ukraina itu lewat cara yang bisa berdampak pada warga Palestina di luar negeri. 

Palestina diminta mengutuk invasi Rusia

Otoritas Palestina yang dipimpin Abbas sebelumnya memicu kegusaran kalangan diplomat Barat dalam beberapa pekan terakhir lantaran tidak mengecam serangan Rusia ke Ukraina. 

Beberapa sumber diplomatik Barat mengatakan kepada AFP tentang permintaan kepada Otoritas Palestina, sebagai penerima sumbangan utama dari Uni Eropa, agar mengutuk invasi Rusia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement