Share

Razia Lapas Perempuan Yogyakarta, Petugas Temukan Barang Berbahaya

Erfan Erlin, iNews · Jum'at 01 April 2022 01:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 31 340 2571251 razia-lapas-perempuan-yogyakarta-petugas-temukan-barang-berbahaya-f4Qs36I5zv.jpg Petugas merazia Lapas Perempuan Kelas 2 Yogyakarta. (MPI/Erfan Erlin)

WONOSARI - Petugas gabungan Polsek, Koramil Wonosari, dan petugas internal melakukan razia di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas 2 Yogyakarta yang berada di Kota Wonosari, Kamis (31/3/2022) malam. Petugas Gabungan melakukan pemeriksaan di semua ruangan lapas, termasuk semua barang milik warga binaan.

Dalam razia ini, tim gabungan menemukan berbagai barang membahayakan serta barang-barang yang dilarang petugas LPP Kelas 2 Yogyakarta.

Kepala LPP Kelas 2 Yogyakarta, Ade Agustina menuturkan, operasi Gabungan Polsek dan Koramil dan BNN Yogyakarta untuk menghadapi bulan Ramadan. Tujuannya agar tidak mengganggu ibadah warga binaan yang beragama Islam.

"Jika kondusif maka untuk menjaga kondusivitas bisa tercapai," ujarnya.

Jika kondusivitas terjaga, program Ramadan sejak sebelum magrib hingga program tarawih malam yang dilaksanakan di masjid bisa berjalan baik. Di sisi lain, kekhusukan para warga binaan beribadah di bulan Ramadan bisa terjaga.

Di samping itu, kegiatan ini juga dalam rangka Hari Bhakti Kemasyarakatan ke-58. Sinergitas dengan stakeholder bisa terjalin baik. Dari kegiatan ini, dapat dilihat komitmen polisi dan Koramil sangat baik mendukung program LPP Kelas 2 Yogyakarta.

"Semua ruangan di maksimum dan medium security kami periksa," ujarnya.

Dalam razia ini pihaknya banyak menemukan barang-barang dilarang berada di ruangan. Di antaranya bambu kuning dan kayu berasal dari sapu rusak, selang, cermin, kawat, tali, batu baterai, deterjen dan pembersih lantai. Barang-barang tersebut bisa disalahgunakan.

Ia mencontohkan bambu kuning, cermin ataupun selang bisa digunakan sebagai senjata untuk menganiaya warga binaan lain jika terjadi ketidakcocokan. Sementara cairan pembersih lantai bisa digunakan untuk mengakhiri hidupnya.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

"Ini kami gelar rutin sebenarnya. Tetapi, tidak tahu kenapa ada lagi barang yang dilarang. Ini jumlahnya banyak," katanya.

Saat ini, LPP Kelas 2 Yogyakarta dihuni oleh 134 warga binaan di mana 5 diantaranya titipan dari polisi. 65 orang berada di ruang medium security, 20 maksimum security dan sisanya di minimum security.

Danramil Wonosari, Kapten Setiyono menambahkan pihaknya berkomitmen mendukung program LPP Kelas 2 Wonosari untuk menciptakan iklim kondusif di dalam Lapas. Razia yang dilaksanakan mendukung iklim kondusivitas menjelang Ramadan.

"Kita ingin Wonosari tetap kondusif," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini