Ketika barisan bergerak melalui Bucha dalam perjalanan ke Kyiv, mereka mengalami kebangkitan yang keras.
Jalannya sempit dan lurus, tempat yang ideal untuk penyergapan. Saksi mata mengatakan pihak Ukraina menyerang konvoi dengan drone serang Bayraktar yang dibeli dari Turki. Tetangga lain mengatakan relawan pertahanan teritorial Ukraina juga berada di daerah itu.
Kendaraan perang Rusia dirobohkan. Sabuk peluru meriam 30mm terletak di ambang rumput, bersama dengan banyak persenjataan yang ditinggalkan dan rusak.
Penduduk setempat mengatkan wajib militer muda Rusia yang terlibat dalam perang melarikan diri dan memohon untuk tidak diserahkan ke pertahanan teritorial Ukraina.
"Saya merasa kasihan pada mereka. Mereka masih sangat muda, 18 hingga 20 tahun, dengan seluruh hidup mereka di depan mereka,” terang seorang pria berusia sekitar 70 tahun yang menyebut dirinya paman Hrysha.
Sepertinya orang Rusia, saat mereka bersiap untuk keluar dari Bucha, tidak merasa kasihan. Sedikitnya 20 orang tewas tergeletak di jalan saat pasukan Ukraina memasuki kota. Beberapa dari mereka memiliki tangan yang diikat ke belakang. Walikota mengatakan mereka telah mengubur 280 orang di kuburan massal.