BUCHA – Dunia internasional langsung bereaksi terkait tuduhan Ukraina terhadap Rusia yang melakukan "pembantaian" yang disengaja di kota Bucha di luar Kyiv. Mereka mengecam aksi Rusia tersebut.
Diketahui, Menteri Luar Negeri Ukraina meminta G7 pada Minggu (3/4) untuk menjatuhkan sanksi baru yang "menghancurkan" terhadap Rusia dan menuduh Moskow
"Kami masih mengumpulkan dan mencari jenazah, tetapi jumlahnya sudah mencapai ratusan," kata Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba.
"Mayat tergeletak di jalanan. Mereka membunuh warga sipil saat tinggal di sana dan ketika mereka meninggalkan desa dan kota ini," lanjutnya.
Baca juga: Mayat Menumpuk di Bucha, Ukraina Tuduh Rusia Lakukan Pembantaian dan Tuntut Sanksi Baru
Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock pada Minggu (3/4) menyebut foto-foto dari Bucha "tak tertahankan".
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina, Bucha Penuh dengan Tank Terbakar dan Mayat Berserakan di Jalanan
"Gambar-gambar dari Bucha tak tertahankan, kekerasan Putin yang tak terbatas memadamkan keluarga yang tidak bersalah dan tidak mengenal batas," tulis Baerbock di Twitter.
"Mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan perang ini harus dimintai pertanggungjawaban. Kami akan memperketat sanksi terhadap Rusia dan akan lebih membantu Ukraina dalam mempertahankan diri,” lanjutnya.
Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg mengatakan pembunuhan warga sipil di Bucha "mengerikan".
"Ini adalah kebrutalan terhadap warga sipil yang belum pernah kita lihat di Eropa selama beberapa dekade, dan itu mengerikan dan sama sekali tidak dapat diterima," kata Stoltenberg kepada CNN.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan dalam sebuah wawancara di CNN pada Minggu (3/4) .bahwa gambar sejumlah besar orang Ukraina yang tewas di Bucha adalah ‘pukulan yang sangat berat’.
Sebelumnya, seorang pejabat setempat, pada Minggu (3/4) mengatakan sedikitnya 57 orang ditemukan terkubur di kuburan missal. Dia menunjukkan kepada AFP celah parit tempat mayat-mayat itu tergeletak.
"Di sini, di kuburan yang panjang ini, 57 orang dimakamkan," kata Serhii Kaplychnyi, yang mengidentifikasi dirinya sebagai kepala layanan penyelamatan di Bucha dan yang mengorganisir pemulihan mayat-mayat itu.
Kuburan massal berada di belakang sebuah gereja di pusat kota. Beberapa mayat tidak terkubur atau sebagian terkubur di dalam tanah.
Kira-kira 10 mayat terlihat, baik tidak terkubur atau sebagian tertutup oleh bumi.
Beberapa mayat disembunyikan dalam kantong mayat zip-up hitam sementara yang lain mengenakan pakaian sipil.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.