Share

Stok Pangan Ukrainia Menipis Usai Digempur Rusia, Indonesia Siap Kirim Bantuan

Kiswondari, Sindonews · Rabu 06 April 2022 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 06 18 2574140 stok-pangan-ukrainia-menipis-usai-digempur-rusia-indonesia-siap-kirim-bantuan-u3wODAOe5R.jpg Foto: Reuters

JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menyampaikan bahwa pernyataan Indonesia konsisten bahwa perang Rusia dan Ukraina harus segera dihentikan, agar tidak memperburuk situasi kemanusiaan di Ukraina.

Hal itu diutarakan Retno dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (6/4/2022).

(Baca juga: Rusia Kehilangan Banyak Prajurit, Operasi Blitzkrieg ala Putin Gagal Total di Kiev)

“Statment pernyataan yang konsisten disampaikan Indonesia adalah, bahwa perang harus segera dihentikan, jika tidak, maka situasi kemanusiaan akan semakin memburuk di Ukraina. Per saat ini, lebih dari 4,2 juta orang telah mengungsi keluar Ukraina, sementara 6,5 juta orang harus menjadi pengungsi internal. Jumlah korban jiwa juga semakin besar,” ujar Retno.

Dikatakannya, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Ukraina Emine Dzhaparova menyampaikan bahwa stok bahan pangan di Ukraina sudah semakin menipis. Untuk itu, Ukraina meminta bantuan ke semua negara, khususnya bantuan bahan pangan , termasuk juga Indonesia.

“Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina menyampaikan bahwa bahan pangan sudah sangat menipis, oleh karenanya, Ukraina dalam beberapa kesempatan telah meminta bantuan kemanusiaan terhadap semua negara termasuk indonesia terutama dalam bentuk bahan pangan,” ungkap Retno.

Oleh karena itu, kata Retno, atas dasar kemanusiaan, pemerintah Indonesia tengah mempertimbangkan untuk mengirimkan bantuan bahan pangan untuk rakyat Ukraina.

“Demi kemanusiaan, Indonesia sedang mempertimbangkan untuk memberi bantuan kemanusiaan untuk rakyat Ukraina,” ujarnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Lebih dari itu, Retno menyampaikan bahwa Indonesia mengharapkan agar perundingan antara kedua belah pihak terus diintensifkan guna mencari penyelesaian damai. Gencatan senjata harus dilakukan agar bantuan kemanusiaan dapat diberikan.

Retno juga menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan informasi lebih lanjut mengenai Ukraina dan Rusia dalam forum rapat tertutup.

“Mohon izin bapak, ibu anggota, apabila diperlukan mengenai kemajuan detail perundingan yang kami terus pantau dan komunikasikan dengan pihak-pihak terkait, kami siap untuk menyampaikannya dalam forum yang tertutup,” tandas Retno.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini