Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cegah Serangan Balik, Penduduk Ukraina Tuduh Tentara Rusia Gunakan Warga Sipil Sebagai 'Tameng'

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 08 April 2022 |17:40 WIB
Cegah Serangan Balik, Penduduk Ukraina Tuduh Tentara Rusia Gunakan Warga Sipil Sebagai 'Tameng'
Penduduk Ukraina tuduh Rusia gunakan warga sipil sebagai tameng (Foto: AFP)
A
A
A

Protokol konvensi 1977 menyatakan warga sipil tidak boleh digunakan untuk membuat titik atau daerah tertentu kebal dari operasi militer, khususnya dalam upaya untuk melindungi tujuan militer dari serangan.

Sejak Presiden Vladimir Putin memerintahkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari, ada banyak tuduhan kejahatan perang terhadap pasukannya, komandan mereka dan Putin sendiri.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan serangan Rusia yang meluas dan membabi buta merupakan "keprihatinan besar".

Penemuan mayat yang mengenakan pakaian sipil di kota komuter Kyiv, Bucha, telah menambah tekanan lebih lanjut pada Putin.

Beberapa orang mati dengan tangan diikat ke belakang, dengan Ukraina menuduh mereka dieksekusi.

Kremlin telah membantah peran apa pun dalam kematian dan menyatakan foto-foto mayat itu "palsu".

Namun apa yang tampaknya menjadi bukti kuat kekejaman telah meningkat dari hari ke hari ketika pihak berwenang Ukraina mengakses tanah yang diduduki oleh Rusia sebelum tentara mundur untuk berkumpul kembali untuk serangan di timur.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement