Share

Diduga Korban Perdagangan Manusia, 11 Pekerja Migran Asal Bali di Turki Dipulangkan!

Mohamad Chusna, Sindonews · Jum'at 08 April 2022 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 08 244 2575393 diduga-korban-perdagangan-manusia-11-pekerja-migran-asal-bali-di-turki-dipulangkan-hggyR6fV01.jpg Ilustrasi. (Foto: Ant)

DENPASAR - Sebanyak 11 pekerja migran asal Bali yang diduga menjadi korban perdagangan manusia dipulangkan ke Indonesia setelah sekitar empat bulan terkatung-katung di Turki. Mereka diterbangkan dari Bandara Istanbul dengan maskapai Turkish Airline menuju Bandara Soekarno-Hatta.

"Dilihat dari jadwal, diperkirakan tiba nanti sore pukul 17.35 WIB," kata I Putu Astika Adnyana, pengacara para pekerja migran, Jumat (8/4/2022).

Ia menerangkan, setibanya di Jakarta, 11 pekerja migran itu akan menjalani karantina selama tiga hari. Setelah itu, mereka akan dipulangkan ke Bali.

Menurut Adnyana, para pekerja itu seharusnya pulang 28 Maret 2022 lalu dengan pembiayaan dari agen yang memberangkatkan mereka.

Namun dua hari sebelum tanggal pemulangan, pihak agen menyampaikan kepada KBRI di Ankara jika tidak sanggup membelikan tiket penerbangan. Mereka akhirnya dipulangkan dengan pembiayaan dari pemerintah.

Astawa menambahkan, saat ini masih ada 18 pekerja migran yang masih tertahan di Turki. "Mereka masih menunggu proses administrasi," imbuh dia.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Diberitakan sebelumya, 29 pekerja migran asal Bali berangkat ke Turki November 2021 lalu. Setiap orang mengeluarkan biaya Rp25 juta.

Kecurigaan bermula saat mereka diberangkatkan dengan visa kunjungan wisata, bukan visa kerja. Sesampainya di Turki mereka tidak dipekerjakan sebagaimana perjanjian.

Polda Bali masih menyelidiki dugaan kasus penipuan dan human trafficking dalam kasus ini. Ada enam saksi yang sudah diperiksa.

Satu diantaranya adalah Komang P yang berperan sebagai calo sekaligus orang kepercayaan Anak Agung KRS. Peran Komang P yaitu menghubungi bosnya untuk proses keberangkatan para korban ke Turki. Dialah yang mempersiapkan keberangkatan dari Bali.

Sedangkan Anak Agung KRS berperan mengatur keberangkatan, menerima para korban di Turki dan menempatkannya bekerja. Anak Agung KRS telah menikah dengan warga negara Turki dan menetap di negara itu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini