Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

3 Skandal Anggota Kerajaan Arab Saudi yang Menghebohkan, dari Korupsi hingga Pembunuhan Raja

Ajeng Wirachmi , Jurnalis-Sabtu, 09 April 2022 |04:06 WIB
3 Skandal Anggota Kerajaan Arab Saudi yang Menghebohkan, dari Korupsi hingga Pembunuhan Raja
Raja Arab Saudi Raja Salman (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Keluarga Kerajaan Arab Saudi tak pernah luput dari sorotan. Bahkan, anggota keluarga kerajaan itu ada yang terlibat skandal sehingga mencoreng nama kerajaan. Berikut 3 skandal anggota Kerajaan Arab Saudi yang berhasil dihimpun tim Litbang MPI.

1. Korupsi

Pangeran Arab Saudi yang notabene adalah bagian dari keluarga kerajaan juga tak luput dari kasus korupsi. Pada tahun 2017, Pangeran Alwaleed bin Talal ditangkap karena terbukti melakukan korupsi. Alwaleed ditangkap bersama 11 orang lainnya, usai Putra Mahkota Mohammed bin Salman membentuk komisi antikorupsi. Selain itu, ada pula Pangeran Miteb bin Abdullah yang juga tersandung kasus korupsi. Miteb merupakan mantan Komandan Nasional Arab Saudi yang ikut diringkus pada November 2017. Ia ditangkap di sebuah hotel mewah dan dibebaskan dari hukuman usai membayar lebih dari Rp1 miliar kepada pihak berwenang.

Baca juga:  Ini Wilayah Arab Saudi yang Buka Puasa Pertama dan Terakhir Selama Ramadan

2. Pembunuhan Raja Faisal

Raja Arab Saudi Faisal bin Abdul Aziz bin Abdurrahman as-Saud, yang memimpin sejak 2 November 1964 sampai kematiannya pada 25 Maret 1975, barangkali adalah satu-satunya raja Arab Saudi dengan akhir hidup tragis. Ia dibunuh oleh keponakannya sendiri, Pangeran Faisal bin Mussaid, dalam sebuah acara kerajaan. Skandal pembunuhan itu masih terus diingat oleh rakyat Arab Saudi, bahkan masyarakat dunia hingga detik ini. Melansir Sindonews, sang raja ditembak dari jarak dekat oleh keponakannya. Usai tumbang, ia segera dibawa ke rumah sakit guna mendapat pertolongan. Sayang, nyawa Raja Faisal tidak dapat diselamatkan.

Baca juga: 3 Sosok Istri Raja Arab Saudi yang Terkenal

Setelah peristiwa memilukan itu, berbagai pihak bertanya-tanya mengenai tindakan Pangeran Faisal. Ada yang menyebut bahwa ia bekerja sama dengan negara Barat untuk menghabisi nyawa pamannya itu. Ada pula yang beranggapan, Faisal memiliki gangguan kejiwaan. Akhirnya, pihak berwenang memutuskan bahwa pembunuhan Raja Faisal adalah murni dilakukan oleh Pangeran Faisal, tanpa adanya pengaruh atau paksaan dari pihak manapun.

3. Hukuman Mati

Pihak Kerajaan Arab Saudi pernah menghukum mati seorang putri kerajaan karena terlibat skandal memalukan. Ia adalah Mishaal binti Fahd yang dieksekusi pada 1977 dengan cara ditembak sebanyak 3 kali. Usianya saat itu baru menginjak 19 tahun.

Mishaal sempat melanjutkan pendidikannya ke Lebanon. Di sanalah ia mengaku telah melakukan perzinaan dengan kekasihnya. Atas perbuatan mereka, tidak hanya Putri Mishaal, kekasihnya juga turut dihukum mati dengan cara dipenggal di wilayah taman Gedung Ratu Arab Saudi, Jeddah.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement