Share

Rugi Rp10 Miliar, Korban Arisan Bodong Melapor ke Polda Sulsel

Antara, · Kamis 14 April 2022 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 14 609 2578994 rugi-rp10-miliar-korban-arisan-bodong-melapor-ke-polda-sulsel-57fMHQlKPD.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

MAKASSAR - Total kerugian mencapai Rp10 miliar, sejumlah korban arisan bodong melaporkan dugaan tindak pidana penipuan dan pencucian uang yang dilakukan seorang perempuan berinisial SN (27) ke Polda Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar.

"Kami datang untuk melaporkan dugaan tindak pidana penipuan arisan bodong. Pelaku kami duga wanita seperti yang ada di dalam foto ini, inisial SN. Nominal kerugian keseluruhan di atas Rp10 miliar," kata Penasehat Hukum korban, Arie Jumais usai melapor di kantor Polda setempat.

Selain di Makassar, terduga pelaku juga melancarkan aksi yang sama di berbagai daerah seperti di Jakarta, Bandung, Bekasi hingga Batam.

Modusnya, kata Arie, iming-iming memberi keuntungan diawal lebih dari 10 persen kepada member agar bisa menggaet orang lain untuk menjadi member atau anggota.

"Arisannya dalam bentuk investasi. Dikatakan jual beli arisan bodong, tapi ternyata tidak ada itu arisan. Untuk jenis investasi kalau ikut, mereka dapat untung di atas 10 persen. Sudah ada setor Rp800 juta," ungkapnya yang didampingi delapan orang korban arisan bodong itu.

Bahkan ada korban yang rela menggadaikan sertipikat rumahnya karena tergiur mendapat keuntungan besar seperti dijanjikan terduga pelaku SN yang disebut sebagai pimpinan intelektualnya.

"Ada komplotan, tim khusus untuk menggaet korban lain. Empat orang, dua tenaga administrasi. Operasinya, hampir di seluruh Indonesia. Cara dilakukannya, tiap pekan ada pencairan, diberikan hingga dua kali, dengan cara transfer. Saat member bertambah dan telah mentransfer uang, terduga langsung hilang kontak," bebernya.

Pihaknya berharap aparat penegak hukum segera memproses laporan kliennya itu untuk menangkap terduga pelaku telah menipu banyak orang, serta uang kliennya bisa dikembalikan.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana membenarkan adanya laporan polisi atas dugaan penipuan tersebut.

Namun demikian, tentu diperlukan proses penyelidikan awal dalam mengungkap kasus arisan bodong itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini