Share

Rusia Ancam Gandakan Pasukan jika Swedia dan Finlandia Gabung dengan NATO

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 15 April 2022 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 15 18 2579709 rusia-ancam-gandakan-pasukan-jika-swedia-dan-finlandia-gabung-dengan-nato-yNkvPUjzGI.jpg Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev (Foto: Reuters)

RUSIA - Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, memperingatkan dalam sebuah pernyataan pada Kamis (14/4) bahwa militer Rusia akan berjumlah lebih dari dua kali lipat di sisi Barat Rusia jika Swedia dan Finlandia bergabung dengan NATO.

“Pasukan pertahanan darat dan udara akan ditingkatkan, dan Rusia akan mengerahkan “pasukan angkatan laut yang signifikan” di Teluk Finlandia,” tulisnya di Telegram.

Dia menjelaskan jika Swedia dan Finlandia bergabung dengan NATO, tidak mungkin lagi membicarakan status non-nuklir Baltik – keseimbangan harus dipulihkan.

Baca juga: Rusia Ancam Kerahkan Nuklir Jika Swedia dan Finlandia Bergabung dengan NATO

Medvedev, yang menjabat sebagai presiden Rusia dari 2008 hingga 2012 dalam empat tahun masa transisi selama dua dekade pemerintahan Presiden Rusia Vladimir Putin, telah membuat sikap berperang dalam beberapa bulan terakhir, meskipun dia bukan pembuat keputusan utama.

Baca juga: Rusia: Helikopter Ukraina Serang Desa dan Rumah di Lintas Perbatasan, 6 Bangunan Rusak dan 7 Terluka

Laporan Federasi Ilmuwan Amerika 2018 menyimpulkan bahwa Rusia mungkin telah secara signifikan memodernisasi bunker penyimpanan senjata nuklir di Kaliningrad, sebuah eksklave wilayah Rusia antara Polandia dan negara-negara Baltik.

Dia juga mengatakan Rusia harus meningkatkan pertahanannya di kawasan itu, termasuk dengan mengerahkan senjata nuklir.

Medvedev juga secara eksplisit mengangkat ancaman nuklir itu dengan mengatakan bahwa tidak akan ada lagi pembicaraan tentang Baltik "bebas nuklir", di mana Rusia memiliki wilayah kantung Kaliningrad yang diapit Polandia dan Lithuania.

Finlandia, yang berbagi perbatasan sepanjang 1.300 km dengan Rusia, dan Swedia sedang mempertimbangkan apakah akan bergabung dengan aliansi NATO atau tidak.

Finlandia akan membuat keputusan dalam beberapa minggu ke depan, kata Perdana Menteri Sanna Marin, Rabu (13/4/2022).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini