Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BNPT : Perempuan dan Anak Rentan Terpapar Ideologi Terorisme

Antara , Jurnalis-Rabu, 20 April 2022 |20:16 WIB
BNPT : Perempuan dan Anak Rentan Terpapar Ideologi Terorisme
Kepala BNPT, Boy Rafli Amar (foto: dok BNPT)
A
A
A

JAKARTA - Perempuan dan anak merupakan kelompok yang sangat rentan terpapar ideologi terorisme. Karena itu, langkah pencegahan sejak dini dari lingkungan terkecil perlu dilakukan untuk membendung narasi ideologi terorisme.

Oleh karena itu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyepakati kerjasama di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta penanggulangan terorisme.

Hal itu ditandai penandatangan nota kesepahaman antara BNPT dan Kemen PPA di Jakarta, pada Selasa 19 April 2022 yang dilakukan Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar, serta Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

 BACA JUGA:Densus Terus Dalami Soal NII yang Ingin Gulingkan Rezim Jokowi Sebelum Pemilu 2024

Boy Rafli menuturkan BNPT menemukan beberapa kasus keterlibatan perempuan dan anak dalam aksi terorisme. Sejauh ini terdapat belasan perempuan yang terbilang kasus tindakan terorisme.

"Dalam beberapa catatan kami, ada sejumlah perempuan yang terlibat dalam kasus terorisme. Dalam catatan kami kurang lebih ada sekitar 14," kata Boy dalam keterangannya, Rabu (20/4/2022).

 BACA JUGA:Densus Blak-blakan soal Ribuan Teroris NII di Sumbar, 400 Orang Personel Aktif

Kata Boy, salah satu perempuan yang terjerat dalam tindakan terorisme tersebut ialah Zakiah Aini yang melakukan penyerangan di Mabes Polri pada 3 Maret 2021 lalu. Kasus lainnya yang cukup menggemparkan melibatkan seorang ibu dan dua anak dalam aksi teror di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro pada Mei 2018 lalu yang merupakan bagian dari rentetan aksi terorisme di Surabaya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement