“Informasi yang dikumpulkan melalui penyelidikan kami semakin menunjukkan bahwa ini terkait dengan infeksi adenovirus. Namun, kami sedang menyelidiki penyebab potensial lainnya,” lanjutnya.
“Langkah-langkah kebersihan normal seperti mencuci tangan secara menyeluruh (termasuk mengawasi anak-anak) dan kebersihan pernapasan yang baik, membantu mengurangi penyebaran banyak infeksi umum, termasuk adenovirus. Kami juga meminta orang tua dan wali, untuk waspada terhadap tanda-tanda hepatitis (termasuk penyakit kuning) dan untuk menghubungi profesional kesehatan jika mereka khawatir,” ungkapnya.
Gejala hepatitis termasuk urin gelap, kotoran berwarna abu-abu, kulit gatal, sakit kuning, suhu tinggi, muntah, kehilangan nafsu makan, nyeri otot dan sendi.
Penyakit ini biasanya disebabkan oleh virus hepatitis A sampai E tetapi dalam kasus ini anak-anak tidak ditemukan sehingga penyebabnya masih belum diketahui.
Dr Kimberly Marsh, seorang ahli epidemiologi di Public Health Scotland, menulis dalam jurnal Eurosurveillance bahwa anak-anak bisa “naif secara imunologis” terhadap virus karena pembatasan pandemi.