“Hipotesis terkemuka berpusat di sekitar adenovirus – baik varian baru dengan sindrom klinis yang berbeda atau varian yang beredar secara rutin yang berdampak lebih parah pada anak-anak yang lebih muda yang naif secara imunologis,” terangnya.
"Skenario terakhir mungkin merupakan hasil dari pergaulan sosial yang terbatas selama pandemi,” ujarnya.
UKHSA mengatakan vaksin Covid-19 tidak menyebabkan kasus karena tidak ada anak yang mendapat suntikan.
Sejauh ini 79 dari anak-anak yang terkena dampak berada di Inggris, 14 di Skotlandia dan sisanya di Wales dan Irlandia Utara.
Semua anak yang terkena dampak dibawa ke layanan kesehatan antara Januari 2022 dan 12 April 2022.
(Susi Susanti)