Share

Barat: Rusia Masih Bisa Menang di Ukraina Meski Gagal di Awal Perang

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 22 April 2022 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 22 18 2583480 barat-rusia-masih-bisa-menang-di-ukraina-meski-gagal-di-awal-perang-td874wuX2s.jpg Perang Rusia-Ukraina (Foto: Reuters)

LONDON – Beberapa pejabat negara Barat mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin masih bisa menang di perang di Ukraina meskipun gagal dalam tujuannya sebelum perang. Dia menambahkan bahwa Rusia telah membahas beberapa masalah yang telah menghalanginya sebelumnya dalam invasi tersebut.

Rusia menginvasi Ukraina dua bulan lalu, dan dalam beberapa pekan terakhir telah memfokuskan kembali ke timur negara itu setelah gagal merebut ibu kota Kyiv.

"Putin jelas-jelas gagal memenuhi tujuan awalnya sebelum perang, tetapi masih dalam posisi untuk menang," kata seorang pejabat yang tidak mau disebutkan namanya.

Baca juga:  Putin Klaim Kemenangan di Mariupol, AS Sebut Disinformasi

Pejabat itu mengatakan bahwa keberhasilan bagi Rusia mungkin adalah konsolidasi kontrol Rusia atas Donbas dan penciptaan jembatan darat dengan Krimea, dan dalam apa yang disebutnya sebagai skenario terburuk, mungkin ada serangan baru terhadap Kyiv.

Baca juga: Rusia Kuasai Mariupol, Putin: Blokade! Jangan Biarkan Satu Lalat Bisa Lolos

Pejabat itu menambahkan bahwa terlepas dari kemungkinan hasil ini, invasi ke Ukraina akan tetap menjadi kesalahan strategis bagi Rusia, mengingat kerugian besar yang diderita tentaranya, perlawanan keras dari Ukraina dan cara perang telah mengubah arsitektur keamanan Eropa hingga merugikan Rusia.

"Ini telah menjadi kesalahan strategis bagi Rusia," lanjutnya.

Pejabat lain mengatakan bahwa Rusia telah mulai mengatasi beberapa masalah yang telah menghambat pasukannya pada awal invasi, tetapi cara pasukan bermanuver, seringkali dalam barisan panjang, masih menyebabkan masalah bagi mereka.

"Perintah dan kontrol menjadi lebih efektif ... jelas bahwa mereka menjadi lebih pintar tentang bagaimana mereka menggunakan UAV dan mengintegrasikannya ke dalam pasukan mereka saat mereka maju, dan bagaimana mereka menggunakan artileri," terang seorang pejabat yang lain.

“Kami belum melihat mereka meningkatkan cara mereka bermanuver, meskipun ketika mereka mengerahkan kekuatan mereka ke dalam pertarungan, mereka sedikit lebih menyatu,” lanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini