Share

Presiden Ukraina: Perang Sudah 57 Hari, 1.000 Kota Lebih Diduduki Penjajah Rusia

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 22 April 2022 14:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 22 18 2583508 presiden-ukraina-perang-sudah-57-hari-1-000-kota-lebih-diduduki-penjajah-rusia-tpEO3my9Tr.jpg Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto: Global News)

LISBON - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada Kamis (21/4) bahwa perang telah berlangsung selama 57 hari dan ribuan kota telah diduduki penjajah Rusia.

"Dalam 57 hari perang, lebih dari 1.000 kota Ukraina diduduki oleh penjajah yang terus menghancurkan kota-kota kami," katanya.

"Jutaan orang harus melarikan diri seolah-olah seluruh Portugal terpaksa pergi,” lanjutnya.

Zelensky mengatakan kepada parlemen Portugal dalam sebuah pidato video bahwa orang Portugis, yang minggu depan merayakan 48 tahun sejak revolusi yang hampir tak berdarah mengakhiri dekade kediktatoran fasis, tahu betul apa artinya memperjuangkan demokrasi.

Dia mengatakan tentara Rusia telah melakukan kekejaman, termasuk di kota pelabuhan Mariupol, yang menghadapi pemboman berat.

Baca juga:  Barat: Rusia Masih Bisa Menang di Ukraina Meski Gagal di Awal Perang

"Kami berjuang tidak hanya untuk kemerdekaan kami, tetapi untuk kelangsungan hidup kami, untuk rakyat kami sehingga mereka tidak terbunuh, disiksa, dan diperkosa," ujarnya.

Baca juga: Putin Klaim Kemenangan di Mariupol, AS Sebut Disinformasi

"Rusia telah menculik lebih dari 500.000 orang yang dideportasi ke wilayah terjauh Rusia, di kamp-kamp terpencil,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, dia meminta lebih banyak senjata berat untuk mempertahankan diri dari invasi Rusia yang mengancam kelangsungan hidup Ukraina, dan dia meminta negara-negara Barat untuk menjatuhkan sanksi lebih lanjut.

Zelensky meminta Portugal untuk mendukung embargo global terhadap minyak Rusia dan mendukung keinginan Kyiv untuk bergabung dengan Uni Eropa.

"Perjuangan negara Anda untuk kebebasan adalah perjuangan Eropa untuk kebebasan,” terang Presiden Parlemen Portugal Augusto Santos Silva tak lama setelah pidato Zelensky.

Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengatakan pada Rabu (20/4) bahwa Uni Eropa akan mencari lebih banyak cara untuk menanggapi invasi Rusia.

Sementara itu, Moskow, yang menggambarkan tindakannya di Ukraina sebagai"operasi militer khusus", membantah menargetkan warga sipil dan menolak apa yang dikatakan Ukraina sebagai bukti kekejaman, dengan mengatakan bahwa Kyiv telah melakukan itu untuk merusak pembicaraan damai.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini