Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Catat! Ini 4 Titik Rawan Kecelakaan di Ruas Tol Trans-Jawa

Ajeng Wirachmi , Jurnalis-Sabtu, 23 April 2022 |06:05 WIB
Catat! Ini 4 Titik Rawan Kecelakaan di Ruas Tol Trans-Jawa
Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Mudik sempat dilarang pemerintah sejak tahun 2020. Hal itu dilakukan lantaran merebaknya virus Covid-19. Larangan mudik itu berlangsung sampai tahun 2021. Hingga akhirnya, masyarakat diperbolehkan mudik pada Lebaran tahun 2022 ini.

Demi mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, para pemudik, terutama pengendara roda 4, wajib memperhatikan ruas tol mana saja yang rawan kecelakaan di jalur Trans Jawa. Berikut informasi lengkapnya.

Jakarta-Cikampek

Ruas tol Jakarta-Cikampek memiliki panjang 83 kilometer. Menurut informasi dari PT Jasa Marga (Persero), jalan tol ini diresmikan pada 2003. Ruas jalan tol Jakarta-Cikampek menjadi ruas jalan yang paling padat dan sibuk di tol Trans Jawa. Jasa Marga juga mencatat, ruas jalan tol ini rawan kecelakaan. Angka kecelakaan di tol Jakarta-Cikampek sepanjang Desember 2018 sampai Januari 2019 tercatat sebanyak 86 kecelakaan.

Mengantisipasi libur Natal dan Tahun Baru 2020 silam, Jasa Marga memberikan imbauan untuk masyarakat yang hendak bepergian guna mewaspadai ruas tol Jakarta-Cikampek KM 55 dan 56. Sebelumnya, sudah ada 9 kecelakaan yang terjadi di wilayah itu. Meskipun demikian, sebagian besar faktornya adalah human error alias kesalahan individu. Kondisi sopir yang kurang prima menjadi pemantik utama masifnya angka kecelakaan di jalur Jakarta-Cikampek.

Batang-Semarang

Ruas jalan tol di Trans Jawa selanjutnya yang rawan kecelakaan adalah Batang-Semarang. Melansir Okezone, wilayah ini berada di tengah-tengah tol Trans Jawa. Artinya, pengemudi sudah menempuh perjalanan sepanjang 300 km dari Jakarta. Dengan jarak sejauh itu, sampai di ruas tol Batang-Semarang, pengemudi rentan mengalami kelelahan.

Maka dari itu, pihak Jasa Marga mengimbau para pengemudi untuk senantiasa menjaga stamina dan mengutamakan keselamatan. Ada 4 titik peristirahatan yang disediakan oleh pengelola di ruas tol dengan panjang 75 km itu. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh pemudik jika merasa kelelahan dalam perjalanan.

Cipali

Insiden kecelakaan sering terjadi di KM 86 ruas tol Cipali. Tepatnya, jalur A wilayah Kabupaten Purwakarta-Subang. Hal tersebut menjadikan kawasan itu sebagai rawan kecelakaan di tol Cipali. Menurut catatan milik Polda Jawa Barat, terdapat belasan kecelakaan yang terjadi di Cipali, setiap tahunnya.

Jika diperhatikan, kontur jalan yang ada di Cipali cenderung lurus, landai, dan cukup panjang. Diketahui, panjang jalur yang dimiliki ruas tol ini adalah 116 km. Kontur jalan yang seperti itu menyebabkan pengemudi terlena dan lalai dalam mengendarai kendaraannya. Sementara itu, waktu rentan terjadinya kecelakaan adalah pukul 11 malam hingga 7 pagi.

Cipularang

Tol Cipularang dikenal rawan di sepanjang ruas tolnya. Melansir iNews.id, titik yang menjadi fokus perhatian adalah mulai dari KM 100 jalur B (arah Bandung-Jakarta) sampai gerbang tol Kalitama. Selain itu, jalur Jakarta-Bandung KM 97 sampai KM 116 juga perlu diwaspadai Cipularang menjadi rawan kecelakaan karena memang kontur jalannya yang tak biasa.

Pada KM 92-93, contohnya, terdapat tikungan tajam dengan kemiringan sudut menyentuh 80 derajat. Tikungan tersebut berada di kecuraman 20 derajat. Di KM 96-97, kontur jalan tol cenderung lurus hingga menimbulkan kantuk bagi si pengemudi. Setelahnya, ada tikungan tajam dengan kemiringan dan kecuraman yang sama, yakni 80 dan 20 derajat.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement