Share

Gelar Parade Militer, Kim Jong-un Bersumpah Tingkatkan Program Senjata Nuklir

Susi Susanti, Okezone · Selasa 26 April 2022 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 26 18 2585444 kim-jong-un-bersumpah-tingkatkan-program-senjata-nuklir-CWJ6pw5y4W.jpg Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un (Foto: KCNA/Reuters)

PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un membuat pidato menantang di parade militer pada Senin (25/4) malam, bersumpah untuk meningkatkan persenjataan nuklir negara itu.

Parade tersebut, untuk menandai ulang tahun berdirinya angkatan bersenjata, juga menampilkan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang dilarang.

Parade itu juga menampilkan rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam selain rudal hipersonik.

Baca juga:  Kim Jong-un Kirim Surat, Sampaikan Terima Kasih kepada Presiden Korsel Moon Jae-in

Pada Maret lalu, Korea Utara menguji ICBM terbesar yang diketahui untuk pertama kalinya sejak 2017. Hal itu memicu kecaman luas dari masyarakat internasional.

Baca juga: Korut Beri Peringatan, Akan Gunakan Nuklir Jika Diserang Korsel

Namun, Kim sejauh ini tidak terpengaruh oleh kecaman itu. "Kami akan terus mengambil langkah-langkah untuk memperkuat dan mengembangkan kemampuan nuklir negara kami dengan kecepatan tercepat," katanya, dikutip laporan oleh Kantor Berita Pusat Korea resmi. (KCNA).

Dia menambahkan bahwa kekuatan nuklir mereka "harus siap" untuk dilakukan kapan saja,

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Foto parade yang dirilis oleh media pemerintah menunjukkan bahwa Hwasong-17 termasuk di antara senjata yang ditampilkan di parade. Korea Utara mengklaim telah melakukan uji tembak ICBM besar-besaran untuk pertama kalinya pada Maret lalu.

Amerika Serikat (AS) juga memberlakukan beberapa sanksi terhadap negara itu setelah tes tersebut. ICBM, yang dirancang untuk pengiriman senjata nuklir, memperluas jangkauan serangan Korea Utara hingga ke daratan AS.

Senjata nuklir Korea Utara pada dasarnya merupakan alat pencegahan terhadap perang tetapi dapat digunakan untuk cara lain, katanya, menggemakan retorika sebelumnya bahwa negara itu akan menyerang balik jika diserang.

Biasanya, Pyongyang memamerkan senjata barunya di parade militernya yang sering menampilkan prosesi panjang tank, artileri, dan tentara.

Parade militer yang digelar pada Senin (25/4) diawasi ketat karena Korea Utara telah menguji beberapa rudal tahun ini, meningkatkan ketegangan di semenanjung itu.

Citra satelit menunjukkan Korea Utara melancarkan aktivitas di fasilitas pengujian nuklirnya di Punggye-ri pada Maret lalu, memicu kekhawatiran negara itu akan melanjutkan pengujian senjata nuklir dan rudal jarak jauh.

Sementara itu, pakar Korea Selatan mempertanyakan keberhasilan peluncuran uji coba tersebut.

Pemilihan presiden baru Korea Selatan Yoon Suk-yeol baru-baru ini, yang telah menyuarakan garis keras atas tindakan Korea Utara, telah merusak hubungan kedua negara.

Menteri Pertahanan Korsel Suh Wook awal bulan ini mengatakan Korsel memiliki kapasitas untuk menyerang titik peluncuran rudal Korut - yang memicu reaksi marah dari Pyongyang.

Pada 2018 Kim Jong-un memberlakukan moratorium uji coba rudal balistik jarak jauh dan nuklir, menyusul pembicaraan dengan Presiden AS Donald Trump saat itu.

Namun pada tahun 2020, Kim mengumumkan bahwa dia tidak lagi terikat dengan janji ini.

Adapun pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah berulang kali mengatakan bersedia untuk melanjutkan pembicaraan tanpa prasyarat, tetapi sejauh ini menunjukkan sedikit minat untuk melibatkan Korea Utara, yang menuntut diakhirinya sanksi.

Biden malah memprioritaskan hubungan dengan Korea Selatan dan Jepang, dan memberikan dukungannya di belakang upaya presiden Korea Selatan yang akan keluar Moon Jae-in untuk memperlancar hubungan antara kedua negara.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini