Share

Puasa dan Kebangkitan Rohani

Opini, Okezone · Rabu 27 April 2022 08:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 27 58 2585813 puasa-dan-kebangkitan-rohani-vMsu8uquT3.jpg Ilustrasi: Freepik

SECARA umum, tubuh manusia terdiri dari dua unsur dasar yang keduanya saling berbeda dan memiliki karakter bertolak belakang. Apa itu? Ialah struktur tubuh dan ruh. Kedua struktur ini memiliki anatominya sendiri-sendiri dengan spesifikasinya masing-masing. Ini menarik untuk didalami, khususnya pada 10 hari Ketiga di bulan Ramadhan 1443 hijriah kali ini. Mengapa, karena puasa adalah perbuatan jasadiyah yang dampaknya diinginkan oleh ruhaniyah. Apakah perjalanan puasa selama 20 hari kebelakang telah menunjukan tanda-tanda positif bagi jasad dan ruh kita. Lalu bagaimana struktur jasad dan ruh merespon puasa manusia.

Jasad

Secara material, jasad manusia itu sama persis dengan binatang. Karenanya, manusia disebut juga dengan istilah binatang, yakni binatang berfikir (hayawan natiq). Jasad material itu terwujud dalam struktur organ tubuh dengan segala anatomi di dalamnya. Anatomi tubuh yang dimaksud ialah struktur ilmu yang mempelajari organ fisik manusia. Ia meliputi sel, jaringan dan organ sampai sistem organ. Sistem organ merupakan bagian yang menyusun anggota tubuh manusia.

Sistem ini terdiri dari beberapa jenis organ yang memiliki struktur dan fungsi khusus. Sistem organ juga memiliki struktur dan fungsi yang khas. Beberapa fungsi sistem organ saling terhubung dengan organ yang lainnya, baik secara langsung atau tidak.

Dalam ilmu kedokteran, paling tidak dikenal 12 struktur organ tubuh. Mulai dari sistem rangka yang mempunyai beberapa fungsi vital untuk menunjang sebuah gerakan tubuh manusia, melindungi semua organ-organ dalam, memproduksi sel-sel darah, meregulasi endokrin, menyimpan kalsium, serta dapat menunjang postur tubuh.

Lalu ada sistem otot yang mempunyai peranan penting untuk menggerakan seluruh anggota tubuh manusia seperti berjalan, berlari, berdiri, berbicara, memegang dan kegiatan lainnya yang dilakukan sesuai perintah otak. Kemudian, fungsi pada sistem otot juga dapat untuk mengedarkan darah pada seluruh tubuh, menggerakan mata dan mengekspresikan bentuk wajah. Terdapat tiga jenis jaringan otot, yakni visceral, cardiac, dan skeletal. Otot visceral adalah jenis otot yang sangat lemah terletak di dalam perut, pembuluh darah, dan usus. Otot visceral adalah otot yang tidak sadar karena dikendalikan oleh otak di bagian bawah sadar.

Berikutnya adalah istem integumen yaitu sebuah sistem organ tubuh manusia yang paling besar dan luas. Sistem organ integumen ini meliputi kulit, rambut, kelenjar, kuku dan reseptor saraf. Kulit adalah lapisan luar tubuh yang berperan untuk melindungi tubuh dari sinar matahari, sinar ultraviolet, bahan kimia, dan penyakit.

System organ tubuh berikutnya adalah saraf yang berfungsi untuk mengumpulkan, mengirim, dan memproses informasi. Secara struktural, sistem saraf terdiri berdasarkan dari sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer.

Sistem saraf ini meliputi otak, sumsum tulang belakang, neuroglia, meninges, cairan cerebrospinal, sel-sel saraf dan kelima panca indera. Sistem kardiovaskular atau juga disebut sistem peredaran darah adalah anatomi tubuh berikutnya, ini berfungsi untuk memompa dan mengalirkan darah ke bagian seluruh tubuh.

Sistem kardiovaskular terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan juga darah. Darah yang dialirkan pada luruh tubuh manusia mempunyai kandungan zat-zat gizi, hormon, dan udara yang berupa oksigen dan karbondioksida. Fungsi sistem kardiovaskular berperan penting sekali untuk sistem kekebalan tubuh.

Sistem organ tubuh keenam adalah pencernaan atau saluran pencernaan yang dimulai dari mulut termasuk gigi dan lidah, faring, lambung, esofagus, usus halus, dan usus besar hingga anus. Sistem pencernaan berfungsi untuk memproses makanan menjadi zat-zat gizi yang sangat dibutuhkan untuk diserap kedalam tubuh.

Pada akhir sistem pencernaan ini akan dihasilkan sebuah kotoran berupa urin dan feses yang dikeluarkan melalui saluran anus. Sistem pernapasan berfungsi untuk memasok oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Terdapat tiga bagian utama pada sistem pernapasan yaitu saluran pernapasan, paru-paru, dan otot-otot pernapasan. Saluran tersebut yakni hidung, mulut, faring, laring, trakea, bronkus, dan bronkiolus. Udara yang diserap dari luar kebagian paru-paru disebut oksigen. Pada otot-otot pernapasan terdiri dari diafragma dan otot interkostal.

Sistem organ tubuh lainnya adalah urin dan endokrin. Urin ini terdiri dari beberapa organ tubuh seperti ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Ginjal berfungsi untuk menyaring darah dan menghasilkan air seni. Ureter berfungsi untuk mengalirkan air seni menuju kantung kemih. Air seni tersebut akan ditampung sementara oleh kantung kemih.

Ketika air seni semakin banyak, saraf yang berada pada kantung kemih akan mengirim informasi ke otak dan otak akan memperintahkan untuk membuang air seni dengan sebuah saluran yang bernama uretra. Uretra ini terletak pada bagian area genital. Sementara sistem endokrin meliputi beberapa kelenjar tubuh dan hormon-hormon yang diproduksi oleh kelenjar yang meliputi kelenjar pituitari, kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid, kelenjar adrenal, ovarium, pankreas dan testikel.

Kelenjar-kelenjar tersebut akan menghasilkan sebuah hormon yang mempunyai peranan khusus untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan, metabolisme, fungsi jaringan tubuh, suasana hati, aktivitas tidur, seksual, sistem reproduksi dan fungsi lainnya. Kesepuluh adalah sistem limfatik dan imunitas. Ini berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh.

Sistem ini mempunyai peran untuk mempertahankan tubuh dari serangan penyakit seperti virus, bakteri, dan jamur, atau zat asing yang membahayakan bagi kesehatan tubuh. Sistem kekebalan tubuh terdiri dari sistem limfatik meliputi sistem kapiler, pembuluh darah, nodus dan organ lain. Sistem limfatik berfungsi untuk mengangkut cairan yang berisi sel-sel darah putih yang biasa disebut sebagai limfa atau limfosit. Cairan limfa tersebut yang akan melawan semua vektor penyakit. Hal inilah kenapa kedua sistem ini saling berhubungan.

Kesebelah adalah sistem reproduksi yang terdiri dari dua jenis, yakni sistem reproduksi pria dan wanita. Terdapat perbedaan pada organ dan mekanisme kerja kedua jenis sistem reproduksi ini. Namun, keduanya akan saling terkait sehingga akan menghasilkan keturunan yang merupakan fungsi pada sistem reproduksi tersebut.

Sistem reproduksi wanita meliputi dari ovarium, saluran telur, rahim, vagina, vulva, payudara dan kelenjar susu, sedangkan pada sistem reproduksi pria meliputi skrotum, testis, saluran sperma, kelenjar seks, dan juga alat vital yaitu penis. Terakhir adalah sistem indera yang mempunyai peranan penting untuk menerima rangsangan yang berada pada lingkungan sekitarnya. Ada 5 sistem indera atau sering disebut juga sebagai panca indera yang meliputi indera penglihatan (mata), pendengaran (telinga), penciuman (hidung), peraba (kulit), dan pengecap (lidah). Pada setiap bagian panca indera atau sistem indera mempunyai peranan yang berbeda-beda.

Secara substansi, semua elemen organ jasad ini adalah materi dan pertumbuhannya sangat tergantung pada asupan materi. Semakin baik asupan gizi materi, maka semakin sempurna setiap organ tubuh bertumbuh kembang. Semua buah-buahan, daging-dagingan, umbi-umbian atau dedaunan yang dikonsumsi adalah bahan materialistik.

Sifat dasar materi tentu saja materialistic. Jika melihat kacamata filsafat, materialisme adalah satu substansi kebenaran karena semua hal terdiri atas materi dan semua fenomena adalah hasil interaksi material. Sebagai teori, materi menjadi satu-satunya substansi. Karena materi adalah sebuah substansi, maka kecenderungannya berkaitan dengan keยฌbendaan. Sikap yang tampil adalah pribadi yang mengutamakan kebendaan.

Rohani

Untuk mengurai anatomi rohani ini cukup sulit karena memang ia adalah elemen immaterial yang tak bisa diindra. Sifat dasarnya yang abstrak dan ghaib membuat manusia mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi organ-organ ruhaniah ini. Karena sifatnya yang immaterial, maka pendekatan untuk melakukan mengenalinya juga harus non-materi. Sejumlah pakar mengistilahkan ruhani ini dengan mental, yaitu suatu kondisi bathin seseorang. Untuk mempermudah bahasan ini, saya membatasi identifikasi ini pada dua organ ruhani saja, yaitu ruh dan akal.

Ruh merupakan sumber inti dari ruhani, dia sumber utamanya. Dalam kacamata Islam, ruh ini adalah unsur Tuhan yang ditiupkan oleh-Nya kepada manusia. Lihat Quran Surat al-Hijr ayat 29 dan Shad ayat 72 : ูˆูŽู†ูŽููŽุฎู’ุชู ูููŠู‡ู ู…ูู† ุฑูู‘ูˆุญูู‰ (dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku). Imam al-Qurthubi menyebut bahwa ruh disini adalah elemen halus yang dijadikan Allah untuk menciptakan kehidupan pada badan manusia. A

llah menisbatkan ruh kepada diri-Nya sebagai nisbat makhluk kepada Penciptanya, karena ruh adalah makhluk menakjubkan diantara makhluk-makhluk-Nya. Ruh ini tidak Allah berikan kepada makhluk lain, selain manusia.

Disinilah letak keistimewaan manusia dari makhluk lainnya di muka bumi. Akibat dari kehadiran ruh dalam jasad ini, maka kemudian pada tubuh manusia lahirlah sebuah organ bathin yang bernama akal. Kerjasama jasad dengan ruh menyebabkan kelahiran akal.

Karenanya pertumbuhan akal sangat tergantung pada sempurnanya pertumbuhan jasad. Beberapa kasus manusia idiot misalnya adalah disebabkan tidak sempurnanya pertumbuhan jasad. "Pada tubuh yang sehat terdapat akal yang kuat". Fungsi utama akal untuk membedakan antara benar dan salah.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Jasad vs Rohani

Sesaat setelah dua unsur dasar ini dipertemukan dan diharuskan bekerjasama maka saat itulah peperangan besar dalam diri manusia dimulai. Perang kepentingan antara jasad dan ruhani. Jasad amat kecenderungan pada materialism, sementara ruh amat immaterial. Dua kutub kekuatan menyatu dalam diri manusia, saling mempengaruhi, saling mendominasi.

Pada keadaan tertentu, manusia tampil sebagai pribadi yang serakah, tamak dan angkuh. Keadaan ini menunjukan bahwa manusia itu sedang dikuasai oleh dominasi jasadnya. Pada kesempatan yang lain, manusia hadir sebagai pribadi yang bijaksana, arif dan tunduk patuh pada ketentuan-ketentuan-Nya. Jika ini terjadi berarti ruh tengah dominan mempengaruhi manusia tersebut. Lantas, dominasi mana yang terbaik?

Puasa sebagai Pembangkit Ruhani

Menjawab pertanyaan diatas tentu saja yang terbaik adalah dominasi ruh. Rohani atau mental seseorang dianggap sehat jika prilakunya menampakan kondisi bathin yang tenang, tentram dan tak bergolak. Perhatiannya pada materi mampu dikendalikan, bahkan ditekan begitu dalam. Tidak ada keserakahan, tidak muncul egoism, tak hadir ketamakan, dan tak memiliki hasrat untuk mengintimidasi atau mendominasi. Pribadinya akan tampil tenang, santun, mengasihi, tak menghakimi, tidak mendominasi, dan jauh dari serakah, tamak dan memuja materialism. Upaya untuk menemukan ketenangan bathin melalui penyesuaian diri melalui penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan.

Alat untuk menekan jasad dan memunculkan potensi bathin adalah puasa. Puasa yang dalam pengertian sederhana diartikan menahan adalah upaya menghentikan laju materialism yang didorong jasad dan berupaya memunculkan potensi bathin yang dibawa ruh. Tujuan puasa yang terdalam adalah menghentikan laju ketamakan, keserakahan dan ke-aku-an kita dari pribadi-pribadi yang memuja materi sebagai sumber kemuliaan.

Simbolnya adalah menahan haus dan lapar, menunda pemenuhan kebutuhan jasadiyah di siang hari dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Sebaliknya, puasa terdalam itu adalah mengharapkan bathin bisa tampil kepermukaan, memancarkan cahaya kebaikan, menuntun pribadi yang lemah lembut, tunduk dan patuh pada kehendak alam. Hingga kelak, ketika waktunya kembali pada-Nya dia suci, fitri dan terbebas dari kotoran-kotoran duniawi.

Kini jelas tergambar barangsiapa yang hidupnya lebih cenderung pada pemenuhan hajat materialism, menginginkan harta berlimpah ruah tapi tidak memberi kebermanfaatan yang seimbang pada lingkungan, atau memuja jabatan sebagai sumber kemuliaan, maka bisa dipastikan itu adalah pribadi hewani yang tengah didominasi oleh kekuatan jasadnya.

Sebaliknya, jika tampil probadi yang profetik. Sikapnya yang lemah lembut, tutur katanya yang sopan, mentalnya yang senantiasa takut pada ketentuan alam, terhindar dari tamak, rakus, serakah dan memuja jabatan. Maka inilah pribadi yang telah berhasil puasa (menahan) jasadnya dan mampu memunculkan ruh-Nya dalam kehidupan nyata. Wallahualam!

Ace Sumirsa Ali

Wakil Ketua Baznas Provinsi Banten bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini