Share

Sadis! Kakek Tua Renta Tewas Dicangkul Usai Pulang Sholat karena Dituduh Santet

Bambang Sugiarto, iNews · Sabtu 30 April 2022 08:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 30 519 2587566 sadis-kakek-tua-renta-tewas-dicangkul-usai-pulang-sholat-karena-dituduh-santet-UdMG9eKDyx.jpg Lokasi kejadian pembunuhan/Foto: MNC Media

JEMBER - Seorang kakek di Jember tewas dibunuh oleh tetangganya sendiri karena dituduh dukun santet. Padahal, peristiwa ini terjadi karena dendam lama pelaku kepada korban yang diketahui bernama Edi (65).

(Baca juga: Geger! Warga Luwu Temukan 5 Boneka Berisi Jarum di Kuburan Diduga Santet)

Babinsa Patrang, Aipda Basuki Mulyo Nugroho mengatakan, korban tewas dianiaya dengan ketapel, gagang cangkul dan senjata tajam, hingga tewas.

Selain itu, cucu korban yang bernama Aldi (15) ikut dibacok tersangka karena mencoba melerai. Peristiwa ini pun langsung menggegerkan Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Jember.

"Sang kakek meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan selama tiga jam di rumah sakit. Sedang cucunya, saat ini masih dirawat di RS Dr Seoebandi Jember," katanya, Jumat (29/4/2022).

Dijelaskan dia, perseteruan korban dengan pelaku yang bernama Nur alias Dullah (40) sebenarnya sudah lama. Bahkan, membuat Dullah akhirnya menyimpan demdam kepada korban yang dituduh sebagai dukun santet.

"Jadi pelaku melampiaskan dendamnya dengan menuduh korban dukun santet. Pelaku menghabisi korban dengan parang, saat korban pulang sholat dari masjid bersama dengan cucunya Aldi," sambungnya.

Kepada petugas, Dullah mengaku disantet oleh korban. Dia mengaku sering merasa sakit perut. Padahal, menurut keterangan dokter, pelaku mengalami sakit perut biasa dan bukan karena santet.

Usai keluar dari masjid, korban dan cucunya yang pulang ke rumah diadang. Dengan membawa parang, pelaku langsung menyerang korban di pinggir jalan desa yang berada tidak jauh dari rumahnya hingga bersimbah darah. Melihat korbannya sudah tidak berdaya, pelaku langsung melarikan diri. Namun, akhirnya berhasil ditangkap polisi.

Sementara itu, Masedi, anak korban meminta pelaku dihukum berat karena telah menganiaya orang tuanya hingga tewas. Saat ini, jenazah korban sudah dimakamkan di TPU kelurahan setempat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini