Sama halnya dengan uli dan dodol. Kian hari, katanya, semakin jarang terlihat orang yang menjalankan tradisi tersebut dalam menyambut Lebaran.
"Atau orang menumbuk uli, mengaduk dodol, kan semakin jarang karena semua bisa beli jadi kegotongroyongan keguyuban sebagai masyarakat komunal berkurang karena intrusi sifat kemodernan yang individual," tuturnya.
Menurutnya, mulai terkikisnya tradisi Lebaran masyarakat Betawi, karena masyarakatnya yang kurang menghagari tradisi itu sendiri. Masyarakat harus bisa lebih menghargai tradisi, dan jangan menganggapnya sebagai sesuatu yang buruk.
"Ya jangan tradisi dianggap beban malah lebih lagi sesuatu yang buruk, padahal ada kearifan di dalamnya," pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.