Share

Serangan Granat Lukai 9 Orang saat Pemilu

Agregasi VOA, · Selasa 10 Mei 2022 02:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 09 18 2591457 serangan-granat-lukai-9-orang-saat-pemilu-nUBrQyICcy.jpg Warga Filipina menyalurkan suara pada Pemilu 9 Mei 2022. (Foto: AP)

MINDANAO - Sembilan orang cedera sewaktu lima granat meledak di luar sebuah TPS di kawasan yang bergolak di Filipina Selatan, beberapa jam sebelum pemungutan suara dimulai dalam pemilu nasional, kata polisi, Senin (9/5/2022).

Pemilihan biasanya merupakan masa yang bergejolak di negara dengan UU senjata api yang longgar dan budaya politik yang keras itu. Tetapi polisi mengatakan musim ini telah berlangsung relatif damai.

Serangan terjadi Minggu larut malam di kotamadya Datu Unsay di pulau Mindanao, tempat berlindungnya banyak kelompok bersenjata mulai dari pemberontak komunis hingga militan Islamis.

Beberapa menit kemudian, sebuah granat meledak di kota tetangganya, Shariff Aguak, tetapi tidak ada korban jiwa. Kedua kota itu berlokasi di provinsi Maguindanao.

Baca juga: Badai Tropis Megi Tewaskan Setidaknya 123 Orang di Filipina

Polisi mengatakan para korban telah berjalan kaki dari desa-desa mereka di pegunungan terpencil untuk memberikan suara di balai kota pada waktu TPS dibuka pukul 06.00 waktu setempat pada Senin (9/5) di berbagai penjuru Filipina.

“Kebiasaan mereka adalah keluar lebih awal dari desa-desa mereka, yang berjarak 8 hingga 12 jam dengan berjalan kaki,” kata juru bicara kepolisian provinsi Mayor Roldan Kuntong.

Pada tahun 2009, Maguindanao menjadi lokasi insiden tunggal kekerasan politik yang paling banyak menelan korban jiwa yang tercatat selama ini. Lima puluh delapan orang dibantai ketika kawanan orang bersenjata yang diduga bekerja untuk seorang panglima perang lokal menyerang sekelompok orang untuk menghentikan saingan mereka mengajukan pencalonannya dalam pemilihan. Puluhan korban adalah wartawan yang sedang meliput kegiatan itu.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Seorang juru bicara dari Komisi Pemilu mengatakan mereka sedang berupaya memverifikasi apakah ledakan granat Minggu malam terkait dengan pemilu.

Calon wakil presiden unggulan Sara Duterte, mantan wali kota Davao City di Mindanao, mengatakan kepada wartawan bahwa ia berharap para pemilih tidak terputus hak suara mereka akibat kekerasan itu.

Lebih dari 18 ribu jabatan, mulai dari presiden hingga anggota dewan kota, diperebutkan dalam pemilu kali ini.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini