Share

Kapolda Sebut Kendaraan Keluar Jateng Lebih Banyak saat Arus Balik

Tim Okezone, Okezone · Selasa 10 Mei 2022 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 10 512 2591828 kapolda-sebut-kendaraan-keluar-jateng-lebih-banyak-saat-arus-balik-wnurjx33N9.jpg Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi (Foto: Dok Polda Jateng)

JAKARTA - Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, kendaraan yang keluar Jawa Tengah pada arus balik lebih besar dibandingkan masuk pada saat arus mudik lebaran 2022. 

Selama arus mudik lebaran, kendaraan yang masuk ke Jawa Tengah berjumlah 753.345 kendaraan. Sedangkan arus balik lebaran, kendaraan yang keluar Jateng mencapai 784.663 kendaraan.

"Artinya, arus mudik dan balik ada selisih 31.318 kendaraan yang meninggalkan Jawa Tengah," ujar Kapolda saat mengevaluasi Operasi Ketupat Candi 2022 di Gerbang Tol Kalikangkung, Selasa (10/5/2022).

Menurut Kapolda, adanya selisih antara arus mudik dan balik dikarenakan durasi waktu mudik panjang sedangkan balik pendek. "Itulah hasil evaluasi Harkantimselcarlantas kami lakukan," ujarnya.

Selama Operasi Ketupat Candi 2022, terdapat 282 pos pengamanan. Kendati, diakui Luthfi, kejahatan selama masa lebaran meningkat 295 persen. "Hal ini sudah menjadi prediksi Ditreskrimsus dan Ditreskrimum Polda Jateng bahwa kebutuhan masyarakat meningkat angka kejahatan juga meningkat," tuturnya.

Menurutnya, selama masa arus mudik lebaran tidak ada kasus menonjol menjadi perhatian Polda Jateng dan semua kejadian dapat diselesaikan sampai dengan penyelesaian perkara. Meski Operasi Ketupat Candi 2022 telah selesai, Polda Jateng masih melakukan pengamanan arus balik maupun di tempat wisata.

"Nanti akan dilakukan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD). Polda Jateng akan mengevaluasi titik-titik mana atau pos-pos mana yang masih perlu dipertahankan, seperti pos di rest area dan tempat-tempat wisata," ujarnya.

Terkait Covid-19, Kapolda Jateng menegaskan, semua anggota yang Operasi Ketupat Candi dilakukan swab test. Hasilnya, semua anggota bertugas negatif. "Perkembangan menggembirakan ini juga terjadi di masyarakat," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini