Share

Gelapkan Dana Investasi Rp1,7 Miliar, Manajer Koperasi di Malang Jadi Buron

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 12 Mei 2022 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 12 519 2593095 gelapkan-dana-investasi-rp1-7-miliar-manajer-koperasi-di-malang-jadi-buron-gkPKbQPNf5.jpg Polresta Malang menetapkan manajer koperasi menjadi buron setelah menggelapkan dana investasi Rp1,7 miliar. (MPI/Avirista Midaada)

MALANG - Seorang pria di Malang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) usai ditetapkan sebagai tersangka. Pria bernama Soedarsono (57) alias Mboen kini diburu Polresta Malang Kota usai menggelapkan dana investasi senilai Rp1,7 miliar.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Bayu Febrianto Prayoga mengatakan, warga Kelurahan Oro - Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, dilaporkan seseorang yang mengaku ditipu Soedarsono dengan modus investasi di Koperasi Serba Usaha Lumbung Astho.

"Yang bersangkutan dia Sudarsono dia sebagai manajer dalam hal ini selalu mengaku sebagai pemimpin dari koperasi tersebut. Kemudian mengiming-iming korban supaya berinvestasi di koperasi tersebut. Namun, uangnya masuk ke rekening tersangka dan digunakan untuk membeli aset atas nama tersangka sendiri," ucap Bayu Febrianto, saat memimpin rilis di Mapolresta Malang Kota, pada Kamis (12/5/2022).

Ia menambahkan, ada satu korban yang melaporkan ke kepolisian dengan kerugian Rp 1,7 miliar. Namun, pihaknya masih akan mengembangkan kasus tersebut karena diduga korban yang merupakan nasabah koperasi lebih dari satu.

"Dari satu korban, ada korban lain tapi yang kita dalami yang sudah membuat laporan polisi baru satu itu. Kita dalami, kerugian Rp1,7 miliar," kata dia.

Dari laporan korban, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan pengembangan. Diketahui terduga pelaku telah melakukan aksinya sejak 2018, hingga akhirnya polisi menetapkan Soedarsono sebagai tersangka pada April 2022. Penetapan sebagai DPO ini dikarenakan yang bersangkutan 2 kali tidak memenuhi panggilan karena alasan tidak jelas.

"Kami tetapkan DPO sekitar bulan Mei, tetapi sudah kami lakukan dua kali pemanggilan. Terakhir di bulan April, yang bersangkutan masih belum hadir," tuturnya.

Guna mencari keberadaan Soedarsono, Polresta Malang Kota juga telah berkoordinasi dengan jajaran kepolisian di daerah lainnya dan kantor imigrasi. Hal ini mengantisipasi agar terduga pelaku kabur ke luar negeri.

"Sampai saat ini sifatnya kami hanya bersifat koordinasi. Kita sudah mengecek terkait password ke imigrasi, apabila ada yang bersangkutan ke luar negeri akan kami infokan. Tapi untuk tindak lebih jauhnya belum ditentukan, kami masih koordinasi lebih lanjut," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini