Share

Gegara Pembagian Duit Hasil Curi Sawit, Pria Dibunuh di Depan Anaknya

Azhari Sultan, Okezone · Sabtu 14 Mei 2022 15:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 14 340 2594176 gegara-pembagian-duit-hasil-curi-sawit-pria-dibunuh-di-depan-anaknya-p6AwOepzrq.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

BATANGHARI - Polres Batanghari akhirnya berhasil mengungkap motif pembunuhan seorang ayah di RT 13, Desa Peninjauan, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari, Jambi yang meregang nyawa bersimbah darah di depan anaknya yang masih berusia 5 tahun pada Kamis lalu.

Pelaku yang diketahui bernama Agus Andani (34) tega membunuh temannya sendiri, yakni Muklisin (32) lantaran sakit hati. Pasalnya, uang hasil curian buah sawit yang dilakukan komplotan mereka, belum dibagi rata ke pelaku.

Akibatnya, pelaku menghujamkan pisau yang dibawanya dari rumah untuk membunuh korban. Di kamar rumahnya, korban ditikam tepat di bagian leher dan punggung sebelah kiri hingga bersimbah darah.

Kapolres Batanghari AKBP M Hasan mengatakan, kejadian tersebut bermula ketika pelaku bersama-sama dengan korban Muhlisin, Daud dan Iwan mencuri buah kelapa sawit milik PT APL pada Rabu 11 Mei 2022 lalu.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Hijaber Cantik Dini Nurdiani Ditetapkan Tersangka

Selanjutnya, pelaku langsung pulang ke rumahnya. Sedangkan hasil curian mereka dipercayakan kepada korban dan dua teman lainnya untuk dijual.

Mendapatkan informasi hasil curian sawit laku dijual, pelaku mendatangi rumah korban untuk menanyakan bagian miliknya. Namun, apa yang diinginkan tidak sesuai yang diharapkan.

Baca juga: Berhasil Ditangkap, Pembunuh Hijaber Cantik Dini Nurdiani Ternyata Perempuan

"Saat itu, korban mengatakan uang hasil penjualan sawit sudah habis tidak ada lagi, korban beralasan habis dibelikan ke narkotika jenis sabu," ujar Hasan, Sabtu (14/5/2022).

Dengan memendam kecewa, pelaku pulang ke rumahnya di Desa Peninjauan, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari, Jambi. Ternyata, pelaku masih kesal dan sakit hati lantaran tidak diberikan uang hasil penjualan buah kelapa sawit yang dicuri bersama-sama dengan korban beserta dua rekan lainnya, Iwan dan Daud.

"Hal itulah yang membuat pelaku sakit hati dengan korban,” tukas Kapolres.

Sekitar satu jam sebelum kejadian, pelaku kembali ke rumah korban. Namun, kedatangan kali sudah tidak lagi menagih uang hasil jualan buah sawit tersebut, tapi dengan misi dendam kesumat.

Tidak main-main, kedatangan pelaku dengan membawa sebilah pisau yang disembunyikan di pinggangnya. Sesampainya di rumah korban, pelaku langsung menuju ke kamar korban.

Saat itu, pelaku mendapati korban sedang tertidur bersama anaknya. Berikutnya, pelaku ikut berbaring di samping korban. Sedangkan, pisau yang dibawanya berada digenggaman tangan kanannya.

Barulah berselang satu jam kemudian, korban dipastikan telah tertidur pulas, pelaku melampiaskan sakit hatinya tersebut.

Baca juga: Dini Nurdiani, Hijaber Cantik yang Hilang saat Bukber Ternyata Tewas Dibunuh

Ketika itu, pelaku bangun dan berdiri. Tanpa membuang waktu lagi, langsung menusukkan sebilah pisau yang dipegangnya tersebut Pertama, bagian pinggang korban jadi sasarannya sebanyak satu kali, kemudian kearah leher sebanyak dua kali.

Baca juga: Tragis! Pria Ini Dibunuh Teman saat Bermain dengan Anaknya

Tidak sampai di situ, dibagian punggung korban tidak luput dari tikaman pelaku yang dilakukan sebanyak satu kali. Melihat, korban bersimbah darah meregang nyawa, pelaku langsung kabur melarikan diri.

"Usai melampiaskan dendamnya, pelaku langsung pergi meninggalkan rumah. Muhlisin menuju ke rumahnya untuk kabur melarikan diri," tuturnya.

Polisi yang mendapatkan laporan adanya kejadian tersebut, langsung menggelar olah TKP dan mengumpulkan bukti dan meminta keterangan para saksi.

Beruntung, tim Keris, penyidik Satreskrim dan Polsek Maro Sebo Ulu mengetahui identitas pelaku. Rumah pelaku menjadi sasaran lokasi pengejaran.

"Saat kita amankan di rumahnya, pelaku telah bersiap untuk melarikan diri. Kita tangkap tanpa perlawanan," tukas Hasan.

Sedangkan, barang bukti yang diamankan pihak kepolisian, berupa satu bilah pisau, sebuah baju singlet dan celana pendek korban yang berlumuran darah.

Guna penyelidikan lebih lanjut, pelaku Agus Andani ditahan di sel tahanan Polres Batanghari.

Atas perbuatannya pelaku diacam pasal 340 KUHPidana subsider Pasal 338 KUHpidana, dengan ancaman penjara 20 tahun atau hukuman pidana mati.

Baca juga: Fakta-Fakta Pembunuhan Janda Muda, Kecewa Diputusin karena Tak Direstui

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini