Share

531 Tentara Ukraina Menyerahkan Diri, Rusia Deklarasikan Kemenangan Penuh di Pabrik Baja Azovstal

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 21 Mei 2022 10:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 21 18 2597835 531-tentara-ukraina-menyerahkan-diri-rusia-deklarasikan-kemenangan-penuh-di-pabrik-baja-azovstal-kIbla4Lnio.jpg Rusia deklarasikan kemenangan di pabrik baja Azovstal Ukraina (Foto: Reuters)

RUSIA - Rusia telah menyatakan kemenangan dalam pertempuran selama berbulan-bulan untuk menaklukkan kota pelabuhan Mariupol di Ukraina.

Para pejabat Moskow mengatakan para pejuang terakhir yang mempertahankan pabrik baja Azovstal di kota itu kini telah menyerah.

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan kota dan pabrik baja sekarang benar-benar bebas setelah 531 tentara Ukraina menyerahkan diri dan meninggalkan lokasi.

"Fasilitas bawah tanah perusahaan, tempat para militan bersembunyi, berada di bawah kendali penuh angkatan bersenjata Rusia," tambahnya dalam sebuah pernyataan.

Selama berbulan-bulan pasukan telah bersembunyi di kompleks besar, mencegah Rusia membangun kendali penuh atas kota.

Baca juga: Perang Selama 80 Hari di Mariupol Ukraina, Apa yang Tersisa?

Evakuasi pada Jumat (20/5/2022) menandai akhir dari pengepungan perang yang paling merusak, dengan kondisi Mariupol yang benar-benar hancur saat ini..

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan para pembela terakhir yang tersisa di situs itu telah diberi izin untuk pergi.

Baca juga: Hari Ini, Rusia Mulai Lakukan Gencatan Senjata untuk Evakuasi Warga Sipil dari Pabrik Baja Ukraina 

"Hari ini anak-anak itu menerima sinyal yang jelas dari komando militer bahwa mereka bisa keluar dan menyelamatkan nyawa mereka," katanya kepada saluran televisi Ukraina pada Jumat (20/5/2022) pagi.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Selama berminggu-minggu situs Azovstal telah dikepung sepenuhnya.

Pasukan Rusia memblokir semua bantuan kemanusiaan masuk, membombardir situs dari udara dan menuntut pembela yang tersisa meletakkan senjata mereka.

Banyak dari mereka yang terjebak di dalam adalah warga sipil, termasuk wanita, anak-anak dan orang tua. Awal bulan ini mereka benar-benar dievakuasi setelah negosiasi melelahkan yang dikoordinasikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Palang Merah yang berlangsung selama berminggu-minggu.

Tetapi penolakan terus menerus dari para pembela Ukraina untuk menyerah berarti Rusia tidak dapat menguasai kendali penuh atas kota pelabuhan yang strategis itu.

Bagi banyak orang Ukraina, itu juga mengubah para pembela Azovstal menjadi pahlawan nasional yang melambangkan perlawanan keras kepala negara itu. 

Ratusan tentara yang bersembunyi di dalamnya termasuk marinir, Garda Nasional (termasuk resimen Azov), penjaga perbatasan, polisi, dan unit pertahanan teritorial.

Berkemah dengan persediaan makanan yang berkurang dan tidak ada air, mereka tinggal selama berminggu-minggu di bunker dan terowongan bawah tanah tanpa melihat siang hari.

Kompleks seluas empat mil persegi adalah labirin terowongan yang dirancang untuk bertahan dari perang nuklir.Komandan mereka mengatakan semua pasukan yang terluka sekarang telah dibawa pergi dengan bus dan ambulans Rusia.

Sebelumnya, komandan Resimen Azov Ukraina, Letnan Kolonel Denis Prokopenko, memberi perintah untuk berhenti mempertahankan kota Mariupol dan mengeluarkan pesan video singkat dari dalam pabrik baja Azovstal yang mengatakan bahwa pimpinan militer tertinggi telah "mengeluarkan perintah untuk melestarikan kehidupan dan kesehatan prajurit garnisun dan berhenti membela kota."

Konashenkov mengatakan komandan Resimen Azov "dibawa keluar dari wilayah pabrik dengan mobil lapis baja khusus."

Video baru yang baru saja diposting online tampaknya menunjukkan pejuang Azov yang tersisa berjalan keluar dari pabrik baja.

CNN tidak dapat memverifikasi secara independen bahwa semua pasukan Ukraina telah mengosongkan pabrik baja.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini