Share

Juli Masuk Puncak Kemarau, Karhutla Jadi Ancaman di OKI

M Fitriadi, Okezone · Rabu 25 Mei 2022 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 610 2600065 juli-masuk-puncak-kemarau-karhutla-jadi-ancaman-di-oki-Twt7Q9np5W.JPG Kepala BPBD OKI/ Foto: Fitriadi

Palembang - Puncak kemarau tahun 2022 ini diperkirakan terjadi pada bulan Juli. Musim kemarau datang lebih awal dari tahun sebelumnya. Masyarakat pun diminta untuk waspada bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Listiadi Martin mengatakan, puncak kemarau akan terjadi pada Juli. Namun, tidak menutup kemungkinan akan berlangsung hingga 2 bulan ke depan.

"Puncak kemarau itu diperkirakan terjadi pada bulan Juli. Jadi dua bulan ke depan. Namun, tidak menutup kemungkinan bulan Agustus juga akan terjadi," kata Kepala BPBD OKI Listiadi Martin saat diwawancara, Rabu (25/05/2022).

Dia menjelaskan, titik-titik panas api atau hotspot akan terjadi di dataran rendah, utamanya di kawasan gambut. Akan tetapi, pihaknya pun telah mempersiapkan antisipasi dalam menghadapi bencana Karhutla yang akan terjadi.

"Hotspot sebagaiamana biasanya untuk dataran rendah dan kawasan potensi gambut. Kita pada tahap awal melakukan upaya preventif dengan menggunakan berbagai lembaga yang ada dalam upaya pencegahan," uajrnya.

Dia menekankan, BPBD Kabupaten OKI telah berupaya semaksimal mungkin menyiapkan kesiagaan dan penanggulangan akan datangnya bencana Karhutla, mengingat hampir setiap tahun lahan di Kabupaten OKI terbakar. SDM yang ada pun telah diberi bekal simulasi hingga pelatihan termasuk persiapan peralatan.

Adapun, menurut LIstiadi wilayah yang akan terdampak paling besar terhadap kebakaran hutan dan lahan di tahun ini adalah wilayah yang memiliki cakupan gambut yang luas seperti di Pampangan, Pangkalan Lampan, Tulung Selapan, Sungai Menang, Cengal, Pedamaran Timur, Pedamaran, dan Kayu Agung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini