Share

Dimasukkan ke Bagasi dan Digas oleh Polisi, Pria Kulit Hitam Tewas Kehabisan Napas

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 27 Mei 2022 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 27 18 2601358 dimasukkan-ke-bagasi-dan-digas-oleh-polisi-pria-kulit-hitam-tewas-kehabisan-napas-hj29lX7Lj6.JPG Ilustrasi. (Foto: Reuters)

BRASILIA - Kematian seorang pria kulit hitam yang dipaksa masuk ke bagasi mobil polisi, dimana sebuah granat gas diledakkan, telah memicu kemarahan di Brasil

Polisi menghentikan Genivaldo de Jesus Santos, (38), di jalan di kota timur laut Umbaúba, Negara Bagian Sergipe, pada Rabu (25/5/2022).

BACA JUGA: Ketahuan Beli 35 Ribu Dosis Pil Viagra, Pemerintah Brasil Diminta Beri Penjelasan

Rekaman video menunjukkan dua petugas menahan bagasi dengan kepala Santos di dalamnya, sementara saat asap tebal mengepul dari mobil.

Sebuah laporan otopsi pada Kamis (26/5/2022) mengkonfirmasi bahwa Santos meninggal karena sesak napas.

Polisi jalan raya federal Brasil mengatakan proses disipliner telah dibuka untuk menyelidiki perilaku petugas. Investigasi juga telah dibuka oleh polisi federal atas kematian Santos.

Ada laporan yang saling bertentangan tentang insiden tersebut.

Sebuah pernyataan polisi mengatakan bahwa Santos telah ditangkap karena dia "secara aktif menolak" pendekatan polisi, dan karena "agresivitasnya... teknik imobilisasi dan instrumen yang tidak terlalu berpotensi menyerang" digunakan untuk menahannya.

Tetapi keponakan Santos, Wallison de Jesus, mengatakan kepada media lokal bahwa dia berada di tempat kejadian, dan pamannya sedang mengendarai sepeda motor ketika petugas polisi jalan raya federal menghentikannya dan memintanya untuk membuka bajunya.

Jesus mengatakan pamannya mengambil obat resep untuk skizofrenia, dan menjadi gugup ketika petugas menemukan obat itu.

BACA JUGA: Sadis, Gadis Ini Dipaksa Gali Kuburnya Sendiri Sebelum Ditembak Mati

Dia mengklaim bahwa dia telah memperingatkan polisi tentang kondisi pamannya, dan "kemudian penyiksaan dimulai". Jesus mengatakan petugas menjepit Santos ke tanah dan memasukkannya ke bagasi kendaraan.

Rekaman video, beredar luas secara online, menunjukkan kaki Santos menjuntai dari mobil, dengan sisa tubuhnya di dalam. Saat dia menendang dan berteriak, dua petugas terlihat menekan pintu bagasi, sementara granat gas tampaknya dilepaskan di dalam. 

"Mereka akan membunuh orang itu," seorang pengamat terdengar berkata ketika kaki Santos berhenti bergerak.

Keponakannya mengatakan para petugas pergi ke kantor polisi, dan membawanya ke rumah sakit ketika mereka menyadari bahwa dia tidak sadarkan diri. Sebuah pernyataan polisi mengatakan Santos dinyatakan meninggal di rumah sakit.

Otopsi oleh lembaga medis forensik negara bagian mengatakan dia meninggal karena asfiksia tetapi tidak dapat menentukan apa yang menyebabkannya.

Tapi janda Santos, Maria Fabiana dos Santos, menggambarkan insiden itu sebagai "kejahatan" dan mengatakan kepada surat kabar lokal G1 bahwa suaminya tidak pernah melakukan kekerasan.

Insiden tersebut telah menyebabkan kecaman luas di seluruh Brasil, dengan banyak yang mengkritik tindakan polisi yang diduga sebagai tindakan rasisme. Insiden itu terjadi pada peringatan dua tahun pembunuhan George Floyd, seorang pria kulit hitam, oleh polisi di Amerika Serikat (AS).

Renata Souza, seorang aktivis dan politisi kulit hitam, mentweet: "Tubuh hitam lainnya dieksekusi oleh tangan Negara. Itu tidak dapat diterima."

Sebuah protes juga dilakukan sebelum pemakaman Santos di Umbaúba pada Kamis, laporan G1, di mana ban dibakar di jalan tempat dia terbunuh.

Kekerasan polisi tidak jarang terjadi di Brasil.

Awal pekan ini, lebih dari 20 orang tewas dalam serangan polisi di daerah kumuh Rio de Janeiro. Polisi sejak itu menghadapi tuduhan menggunakan kekuatan berlebihan terhadap almarhum, yang diklaim oleh seorang pengacara hak asasi manusia sebagai penyiksaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini