Share

Masuki Musim Kemarau, BMKG Deteksi 9 Titik Panas di Provinsi Aceh

Antara, · Sabtu 28 Mei 2022 01:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 27 340 2601521 masuki-musim-kemarau-bmkg-deteksi-9-titik-panas-di-provinsi-aceh-mbOi6Juji2.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

BANDA ACEH - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar mendeteksi sembilan titik panas di wilayah Provinsi Aceh, yang sudah memasuki musim kemarau, sehingga warga diminta waspada potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Pemantauan kita hari ini terdeteksi ada sembilan titik panas yang tersebar di sejumlah daerah wilayah Aceh. Jadi kami imbau warga mewaspadai api yang bisa menyebabkan kebakaran,” kata Koordinator Data dan Informasi BMKG Aceh Besar, Zakaria Ahmad di Banda Aceh, Jumat (27/5/2022).

Dijelaskan Zakaria, pemantauan titik panas dilakukan menggunakan sensor Satelit NOAA, Terra, Aqua, dan Suomi NPP, sepanjang hari pada Jumat (27/5) mulai pukul 00.00 WIB hingga 16.00 WIB.

 BACA JUGA:Juli Masuk Puncak Kemarau, Karhutla Jadi Ancaman di OKI

Hasilnya, BMKG mendeteksi sembilan titik panas yang tersebar masing-masing satu titik di Kecamatan Darul Imarah dan Kecamatan Cot Glie Kabupaten Aceh Besar, Kecamatan Meuredu Kabupaten Pidie Jaya, dan Kecamatan Pandrah Kabupaten Bireuen.

Selanjutnya, satu titik di Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah, Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya, Kecamatan Rikit Gaib Kabupaten Gayo Lues, serta Kecamatan Trumon dan Kecamatan Trumon Timur Kabupaten Aceh Selatan.

“Jadi totalnya hasil pantauan kami ada sembilan titik panas per hari ini,” katanya.

 BACA JUGA:Presiden Jokowi Minta Antisipasi Karhutla saat Musim Kemarau, Ini Langkah Polri

Zakaria menambahkan, saat ini wilayah Aceh sudah memasuki musim kemarau. Musim ini diperkirakan akan berlangsung di daerah Tanah Rencong itu hingga September 2022.

“Tingkat karhutla sangat tinggi di tengah kondisi seperti ini, apalagi dengan kemunculan titik panas,” kata Zakaria.

Dengan memasuki musim kemarau, lanjut dia, maka pertumbuhan awan-awan hujan di provinsi paling barat Indonesia itu akan semakin sedikit, sehingga suhu udara panas secara otomatis akan terus naik.

Zakaria meminta warga perlu mewaspadai potensi karhutla di tengah musim kemarau. Terutama bagi warga di wilayah pantai Barat Selatan Aceh yang umumnya daerah hutan gambut.

Seperti wilayah Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Kota Subulussalam hingga Kabupaten Aceh Tengah dan sekitarnya di wilayah tengah.

Kira meminta agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar di tengah musim kemarau, karena akan cepat mengakibatkan karhutla, katanya.

Selain itu, Zakaria juga mengingatkan warga tentang potensi gelombang laut tinggi dalam beberapa hari ke depan.

“Waspada potensi gelombang tinggi mencapai 4 meter atau lebih di wilayah perairan Utara Sabang, perairan Barat Aceh, Selat Malaka bagian Utara hingga Samudera Hindia Barat Aceh dan sekitarnya,” katanya.

Sementara perairan laut wilayah penyeberangan Banda Aceh-Sabang, perairan Lhokseumawe, dan perairan penyeberangan Meulaboh-Kepulauan Sinabang dengan tinggi gelombang laut diperkirakan mulai 0,01 - 2,50 meter.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini