Selain itu delegasi asal Bangladesh, David, mengapresiasi fieldtrip yang difasilitasi oleh Kemenparekraf. Ia sangat senang bisa mengenal budaya dan tradisi di Bali seperti di Kertha Gosa.
David juga takjub dengan mitigasi penduduk lokal di Besakih dalam menangani erupsi gunung berapi.
“Di Besakih kami diberi tahu tentang erupsi Gunung Agung yang pernah terjadi dan bagaimana mitigasi penduduk lokal. Sedangkan di Kertha Gosa, saya sangat takjub dengan peninggalan sejarahnya yaitu tentang Kerajaan Klungkung,” ujar David.
David berharap bisa kembali ke Indonesia dan mengunjungi Bali dengan tujuan berwisata. “Bali is amazing, saya ingin mengajak teman-teman dan keluarga untuk liburan ke Bali, menikmati pantai dan cerita budayanya,” kata David.
Pada program fieldtrip ini sendiri dibagi tiga bagian, yaitu bagian pertama dengan tujuan destinasi Desa Penglipuran dan Kintamani. Bagian kedua dengan tujuan ke Besakih dan Kertha Gosa; dan pada bagian ketiga dengan tujuan ke Tanjung Benoa, Garuda Wisnu Kencana, dan Uluwatu.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabarekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangannya menyampaikan bahwa proses pemilihan lokasi fieldtrip telah melalui beragam pertimbangan dan pembahasan langsung bersama pihak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).