Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Terkuak! Alasan Jenderal Kopassus Sahabat Prabowo Todongkan Pistol ke Pasukan Khusus Israel

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Selasa, 31 Mei 2022 |15:20 WIB
Terkuak! Alasan Jenderal Kopassus Sahabat Prabowo Todongkan Pistol ke Pasukan Khusus Israel
Sjafrie Sjamsoeddin/@sjafriesjams
A
A
A

JAKARTA - Letjen (purn) Sjafrie Sjamsoeddin membagikan pengalaman menegangkan saat berhadapan dengan agen intelijen Mossad, Israel ketika mengamankan Presiden Soeharto di New York, Amerika Serikat.

(Baca juga: Kisah Jenderal Kopassus Bertaruh Nyawa Todongkan Pistol ke Perut Pasukan Elite Israel)

Mantan Pangdam Jaya ini menjelaskan, bahwa kejadian menodongkan pistol bareta miliknya tersebut merupakan kesalahpahaman antara dia dan kepala pengawal Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin di New York.

“Kejadian itu di New York. Hal itu merupakan kesalahpahaman,” kata Sjafrie dikutip dari channel Refly Harun, Selasa (31/5/2022).

Sjafrie juga menjelaskan, bahwa kejadian itu merupakan kewaspadaan antara dia dan pengawal PM Israel. “Sebenarnya kita tidak saling menodongkan senjata, melainkan kita saling berwaspada,” kata Sjafrie.

Sebagai prajurit Kopassus, dia dituntut memiliki kewaspadaan yang tinggi dan cepat untuk mengambil keputusan.

“Dia waspada, saya lebih waspada. Karena kewaspadaan itu ditentukan dengan bagaimana kesiapan kita,” tutup mantan wakil menteri Pertahanan (wamenhan) tersebut.

Diketahui, Sjafrie yang malang melintang di Korps Baret Merah Kopassus ini ditugaskan sebagai Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengawal Presiden Soeharto untuk menghadiri sidang yang digelar Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.

Perdana Menteri (PM) Israel Yitzhak Rabin kala itu ingin menemui Presiden Soeharto di hotel tempatnya menginap di kamar presidential suite Hotel Waldorf Towers lantai 41.

Saat itu, Soeharto menjabat sebagai Ketua Organisasi Kerjasama Islam (OKI), dimana kebijakannya sangat berpengaruh bagi anggotanya yang mayoritas negara-negara Timur Tengah (Timteng).

Yitzhak Rabin bersama dengan empat pengawalnya dari pasukan elite Israel kemudian datang untuk menyampaikan keinginannya bertemu Presiden Soeharto. Namun, cara mereka bertindak tidak mematuhi protokol keamanan serta terkesan arogan sehingga Yitzak Rabin beserta empat pengawalnya dicegat oleh Paspampres sebelum masuk lift.

Termasuk Sjafrie Sjamsoeddin yang juga sahabat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ini ikut mencegat rombongan tersebut. Setelah menyampaikan maksud dan tujuannya, PM Yitzak Rabin beserta para personel Mossad itupun dikawal oleh Sjafrie menemui Presiden Soeharto. Namun, saat hendak memasuki lift, terjadi insiden menegangkan.

Namun, pengawal Yitzhak Rabin menaruh curiga menolak dan tidak mau satu lift dengan Sjafrie beserta dua personel Paspampres lainnya. Padahal, Sjafrie dan personel Paspampres lainnya sudah terdaftar dalam protokol Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) PBB. Itu artinya mereka memang personel resmi pengamanan Presiden Soeharto.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement